31 Agustus 2010

Pembangkit Tenaga Pasang Terbesar di Dunia



Pembangkit listrik tenaga pasang air laut terbesar di dunia telah selesai dibangun. Pembangkit bernama AK1000™ ini segera akan dipasang di Pusat Energi Laut Eropa (EMEC) di Orkney, Skotlandia, pada musim panas ini.

Pembangkit yang dibuat Atlantis Resources Corporation (“Atlantis”) ini dibangun lebih dari sepuluh tahun. Saat ini, turbin tersebut masih berada di pusat rekayasa Isleburn.

Mesin yang memiliki rotor berdiameter 18 meter, berat 1.300 ton dan tinggi 22,5 meter ini diperkirakan bisa menghasilkan 1 megawatt di kecepatan air 2,65 meter per detik. Dengan begitu, turbin ini bisa memberikan cukup listrik untuk lebih dari 1.000 rumah.

Turbin didesain bisa tahan terhadap cuaca buruk dan keras laut terbuka di Skotlandia. Meski begitu, mesin ini diklaim ramah linkungan karena berkecepatan rendah dan menghasilkan listrik yang stabil dan berkelanjutan.

“Pembangunan AK1000™ adalah lompatan penting, bukan saja bagi Atlantis, namun untuk industri energi kelautan di Inggris Raya," kata CEO Atlantis, Timothy Cornelius, seperti dilansir laman resmi Atlantis. "Turbin ini kulminasi kerja, dedikasi dan keyakinan 10 tahun dari rekan, staf, direktur dan pemegang saham," ujar pimpinan perusahaan yang bermarkas di Inggris dan Singapura itu, Kamis 12 Agustus 2010.

AK1000™ dibangun Soil Marine Dynamics di Newcastle, Inggris. Struktur dasar gravitasi dan mesinnya disempurnakan di Isleburn Engineering, anggota dari Global Energy Group. Baja turbin datang dari Corus’ Scunthorpe.

Energi pasang berbeda dengan energi ombak. Energi ombak mengambil gerak vertikal ombak, sementara energi pasang mengambil energi tarikan dan dorongan yang ditimbulkan gaya gravitasi bulan dan matahari. Energi pasang ini diperkirakan memiliki energi kinetik 350 kilometer per jam. Pembangkit tenaga pasang ini sangat ramah karena tak harus memblokir jalur air sehingga meminimalkan dampak lingkungan.

Perang Antar-Suku, Skenario Asing Lemahkan Kekuatan Akar Rumput Papua



Penulis : Hendrajit, Direktur Eksekutif Global Future Institute (GFI)


Skenario Amerika untuk melemahkan provinsi Papua dari dalam sepertinya sedang dilakukan melalui berbagai cara. Salah satu modus yang diterapkan, memicu konflik antar suku di bumi Papua. Skenario melemahkan peran dan keberadaan suku-suku sebagai kekuatan akar rumput di Papua?

Papua, yang dulunya lebih dikenal dengan Irian Jaya, memiliki sumber kekayaan alam yang menarik minat berbagai bangsa di dunia untuk menguasainya. Belanda, yang menjajah Indonesia selama 350 tahun, terbukti merupakan provinsi paling akhir yang dilepas negara kincir angina itu pada 1963. Padahal, Indonesia sendiri sudah memproklamirkan dir sebagai negara merdeka pada 17 Agustus 1945.

Sejak awal 1970-an,giliran Amerika Serikat yang menjarah kekayaan alam Papua. Kalau belanda menguasai kekayaan alam Indonesia melalui kongsi dagang bernama VOC, maka Amerika mencaplok Papua melalui sebuah korporasi Tambang terbesar Amerika bernama PT Freeport McMoran, dan mitranya PT Freeport Indonesia. Dan eksploitasi tambang dan emas yang dilakukan Amerika di Papua, masih berlansung hingga sekarang.

Karena itu, mencermati berbagai skenario yang dimainkan Amerika maupun para sekutunya di Uni Eropa, kiranya harus menjadi agenda pokok para pemangku kepentingan di jajaran pemerintahan Indonesia baik di pusat maupun daerah.

Karena selain digelembungkannya secara terus-menerus pelanggaran hak-hak asasi manusia terhadap para aktivis Organisasi Papua Merdeka (OPM), Amerika maupun agen-agen asing sepertinya sedang menyusun skenario lain: Mengadu-domba pertempuran antar-suku di Papua. Mengapa? Karena di bumi Papua, hubungan antar-suku bisa dengan mudah dipicu untuk berkobar menjadi konflik berskala luas di Papua.

Marilah kita tengok kejadian pada 4 Maret 2010 lalu. Saat itu, entah dari mana awal mulanya, tiba-tiba terjadi pertikaian antar suku di Kwamki Lama. Pemicunya sebenarnya sepele, yaitu ketika terjadi kasus pemalakan atau aksi paksa meminta uang kepada tukang ojek yang dilakukan oleh sekelompok warga dari suku tertentu. Namun situasi tersebut bisa dikendalikan oleh aparat kepolisian.

Menurut berbagai sumber yang berhasil dihimpun tim riset Global Future Institute, aksi paksa meminta uang atau aksi pemalakan tersebut, diduga keras merupakan salah satu bagian dari skenario untuk memprovokasi perang antar suku di Papua. Karena dengan aksi pemalakan yang dilakukan oleh salah satu suku, diharapkan akan memancing balas dendam dari suku yang salah satu anggotanya menjadi korban pemalakan.

Celakanya, di daerah Kwaki Lama yang berlokasi di Timika, yang berdekatan dengan PT Freeport Indonesia, sejak 1990-an, terdapat penduduk dari tujuh suku, dan masing-masing suku dikenal cukup keras dan tidak mau berkompromi.

Betapa tidak.Dalam berbagai kesempatan, mereka seringkali terlibat dalam perang antar suku, padahal pemicunya selalu masalah-masalah kecil dan sepele, misalnya ketika ada salah satu pemuda dari salah satu suku menantang berkelahi pemuda lain yang berasal dari suku berbeda. Sehingga ketika hal itu terjadi, kemudian diartikan sebagai tantangan untuk salah satu suku untuk mengobarkan perang antar-suku.

Menurut Muridan S.Wijoyo, pakar politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), perang antar suku di Papua memang sudah berlangsung secara turun-temurun dan merupakan tradisi lama.

Pendapat Muridan Wijoyo memang cukup beralasan. Pada kasus sebelumnya, Januari 2010, juga terjadi perang antar suku di Kwamki Lama, Kelurahan Harapan Kita, Papua. Tujuh orang mengalami luka-luka. Dan pada kasus ini, pihak kepolisian Papua tidak mampu mendamaikan berkobarnya perang antar-suku.

Dalam kaitan ini, beberapa pakar politik dan analis intelijen mensinyalir adanya keterlibatan dan campur tangan asing dalam ikut memicu konflik antar suku di Papua, khususnya di daerah Kwamki Lama. Karena dalam skenario perang antar suku, pihak asing bisa dengan mudah menyusup ke berbagai wilayah strategis di Papua.

Menguak Kepentingan Strategis Amerika di Papua

Cukup masuk akal jika asing memang terlibat dalam memicu konflik antar-suku di Papua. Leo Liharma dalam skripsinya yang mengungkap perang United States Agency For International Development (USAID), menulis bahwa Papua memiliki cadangan minyak sangat besar. Sejak 2001 Amerika terlibat dalam pengelolaan LNG Tangguh. Berdasarkan perkiraan, cadangan LNG di kawasan tersebut adalah 23,7 triliun kaki kubik dan di antaranya sebesar 14,4 triliun kaki kubik telah disertifikasi sebagai candangan terbukti.

Sejak 2008 lalu, Indonesia telah menjadi pemasok langsung energi bagi kawasan pantai barat Amerika yang diambil dari Tangguh di Papua.

Kebutuhan minyak Amerika memang cukup besar, per harinya mengonsumsi minyak sebesar 19 juta barel. Tak heran jika beberapa perusahaan minyak dan tambang Amerika beroperasi di Indonesia seperti ExxonMobile, Chevron, Conoco-Phillips, Freeport-McMoran, dan NewMont.

Perusahaan Connoco Phillips yang merupakan gabungan dari Conoco dan Phillips Petroleum Company, telah beroperasi di Indonesia selama 36 tahun.

Pada 1998, perusahaan pembangunan serta konstruksi milik Pertamina dan Sembawang telah mencapai kesepakatan dengan Conoco untuk menjual 325 juta kubik gas alam per hari melalui pipa ke Singapore.

Melalui kerjasama dengan BP MIGAS (Badan Pelaksana Minyak dan Gas), Conoco juga membangun pertambangan minyak di pinggir pantai Balida dan pertambangan gas alam Blok B di wlayah pedalaman Papua. Sementara perusahaan Global Santa Fe yang juga milik Amerika, mengoperasikan tambang minyak di daerah Klamono di Papua.

BP yang bekerjasama dengan BP MIGAS melakukan pengeboran gas alam cair di kawasan lepas pantai (offshore) da daratan (onshore) di sekitar kawasan Teluk Bintuni.

BP merupakan perusahaan minyak milik Inggris yang bergabung dengan perusahaan-perusahaan minyak milik Amerika seperti Standard Oil of Indiana, Standard Oil of Ohio, Atlantic Richfield Company (Arco) dan Amoco, yang beroperasi di bawah bendera British Petroleum.

Betapa rawannya perang antar-suku di Papua sepertinya memang disadari betul oleh para pemangku kepentingan Amerika.

Sebagaimana dipaparkan Leo Liharma, pada 2000 lalu tujuh suku besar yang ada di sekitar Teluk Bentuni menyampaikan aspirasinya kepada Badan Perlindungan Dampak Lingkungan (Bapedal) Papua agar perusahaan-perusahaan Amerik tersebut menunda eksplorasinya. Suku-suku tersebut adalah: Irarotu, Wamesa, Sebiar, Simuri, Kuri, Soub, dan Moskona.

Dan aspirasi mereka memang cukup beralasan. Sebagaimana laporan Bapedal Irian Jaya, proyek tersebut mengancam ribuan hektar hutan rawa di Teluk Berau. Dan karenanya, perusahaan tersebut harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan masyarakat setempat saat merencanan kegiatan eksplorasi tersebut.

Dalam situasi krusial seperti ini, muncullah USAID dengan program pemberdayaan masyarakat, dan segera membuat tabungan dana abadi (The Heritage Fund) yang hasilnya dimanfaatkan untuk membiayai kegiatan-kegiatan pembangunan di wilayah yang terkena dampang langsung dari proyek LNG Tangguh ini.

Bukan itu saja. Dana abadi tersebut juga dimaksudkan sebagai pengakuan atas wilayah-wilayah yang kaya akan warisan alam dan budaya sekaligus untuk mendukung kelestarian adat masyarakat setempat.

Dari kisah yang terungkap melalui skripsi Leo Liharma, bisa dimengerti jika Amerika maupun negara-negara Eropa yang mempertaruhkan kepentingan bisnis strategisnya di Papua, menginginkan agar suku-suku di Papua yang merupakan pemangku adat dan kekuatan akar rumput di Papua, tidak berkembang menjadi kuat dan memiliki harga tawar yang cukup tinggi untuk menuntut pembagian keuntungan yang seimbang dan adil terhadap berbagai perusahaan tambang raksasa asing tersebut di atas.

Untuk itu PT Freeport Indonesia, kiranya perlu mendapat sorotan khusus dari para pemangku kepentingan di Indonesia. Khususnya, sepak-terjangnya dalam ikut memicu berkobarnya perang antar suku di Papua. Dan untuk skenario semacam ini, Amerika memang memiliki motivasi yang cukup kuat.

Motivasi Freeport di Papua

Freeport bukan sekadar investasi ekonomi tetapi juga sebuah mata-rantai investasi politik dan konteks hubungan Indoensia-Amerika. Dan ini benar adanya.

Freeport McMoran sebagai perusahaan induk PT Freeport Indonesia, menguasai tambang emas terbesar di dunia dengan cadangan terukur kurang lebih 3046 ton emas, 31 juta ton tembaga, dan 10 ribu ton lebih perak tersisa di pegunungan Papua.

Berdasarkan perhitungan kasar, cadangan ini dikerkirakan masih akan bisa mengeruk cadangan ton emas hingga 34 tahun mendatang. Tapi menurut laporan sumber lain, cadangan emas dan tembaga yang ada di Gunung Grasberg yang merupakan area penambangan terbesar dari seluruh are penambangan PTFI, mencapai lebih dari 50 miliar pon (25 ribu ton) tembaga dan 60 juta ons( 6 ribu ton) emas yang masih dapat terus ditambang hingga 20340 atau bahkan lebih lama lagi.

Berdasarkan laporan tahun 2005, nilai investasi Freeport-McMoran di PT Freeport Indonesia mencapai US$ 6 Miliar dan kemungkinan besar nilai investasi tersebut masih akan bertambah.

Sekadar informasi, Freeport merupakan perusahaan emas penting di Amerika yang merupakan penyumbang emas nomor 2 bagi industri emas di Amerika stelah Newmont.

Pemasukan yang diperoleh Freeport-McMoran dari PT Freeport Indonesia dan PT Indocopper Investama(Keduanya merupakan perusahaan yang beroperasi di Pegunungan Tengah Papua), mencapai US$ 380 juta atau hampir 3,8 triliun rupiah lebih untuk tahun 2004 saja.

Berdasar nota keuangan tahuannnya kepada pemegang saham, selama 3 tahun hingga 2004, total pendapatan dari PT Freeport untuk pemerintah Indonesia hanya sektiar 10-13 persen dari pendapatan bersih d luar pajak atau sekitar US$ 460 juta (460 miliar rupiah).

Bagaimana Kaitan Kepentingan Freeport dengan Indonesia?

Kontribusi PT Freeport hingga 2005 telah mewakili 2,4 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, 58 persen dari Produk Domestik Regional (PDRB) Papua, dan 99 persen dari PDRB Kabupaten Mimika. Untuk 2005, kontribusi PT Freeport Indonesia terhadap PDB nasional mencapai hampir 65 triliun, dengan demikian total kontribusi tersebut sejak 1992 hingga 2005 sudah lebih dari US$ 40 miliar.

Dari keuntungan tersebut di atas, PT Freeport Indonesia telah memberi dana bantuan pengembangan masyarakat sebesar US$ 7,5 juta sejak 1996 hingga 2005 dengan dana awal sebesar US$ 2,5 juta. Dan akan memberi kontribusi setiap tahunnya sebesar US$ 1 juta.

Suku Amungme dan Kamoro, masing-masing mendapat US$ 500 ribu per tahun sesuai kesepakatan hak ulayat PT Freeport Indonesia terhadap kedua suku tersebut.

Tapi sejatinya, pemberian tersebut tak lebih sekadar ganti rugi dari PT Freeport terhadap Masyarakat yang terkena dampak langsung dari proyek perusahaan tersebut. Jadi bukan didasari semangat bagi hasil secara adil antara kedua-belah pihak.

Kisah tersebut di atas, dengan jelas memperlihatkan betapa aspirasi yang berkembang di kalangan beberapa suku tersebut, pada perkembangannya dipandang oleh Amerika maupun para sekutunya dari Eropa, sebagai sebuah ancaman bagi kepentingan perusahaan-perusahaan tambang dan energi di Papua.

Dengan melihat beberapa peristiwa dan kejadian di Papua yang bermuara pada konflik dan pertempuran antar-suku di Papua, sepertinya memang ada skenario untuk memecah-belah berbagai suku di Papua, sehingga pada perkembangan jangka panjang akan mengalami pelemahan dari dalam.


1* Untuk menelaah berbagai peristiwa dan kejadian selengkapnya, bisa disimak melalui Majalah Intelijen Edisi 24/Th VI/2010, 11-24 Maret 2010.
2* Majalah Intelijen Edisi 24/Th VI/2010, hal 31.
3*Leo Liharma Dwipayana Saragih dalam skripsinya yang berjudul Kepentingan Amerika Serikat Dalam Implementasi Program USAID Di Papua, tidak dipublikasikan.


Sumber : THE GLOBAL REVIEW

Negara Terkaya Di Dunia Yang Luput Dari Perhatian Dunia


Penulis : Agung Mauliady


Banyak sebenarnya yang tidak tahu dimanakah negara terkaya di planet bumi ini, ada yang mengatakan Amerika, ada juga yang mengatakan negera-negara di timur tengah. tidak salah sebenarnya, contohnya amerika. negara super power itu memiliki tingkat kemajuan teknologi yang hanya bisa disaingi segelintir negara, contoh lain lagi adalah negara-negara di timur tengah.Rata-rata negara yang tertutup gurun pasir dan cuaca yang menyengat itu mengandung jutaan barrel minyak yang siap untuk diolah.



Tapi itu semua belum cukup untuk menyamai negara yang satu ini. bahkan Amerika, Negara-negara timur tengah serta Uni Eropa-pun tak mampu menyamainya.dan inilah negara terkaya di planet bumi yang luput dari perhatian warga bumi lainya. warga negara ini pastilah bangga jika mereka tahu. tapi sayangnya mereka tidak sadar "berdiri di atas berlian" langsung saja kita lihat profil negaranya.

Wooww... Apa yang terjadi? apakah penulis (saya) salah? tapi dengan tegas saya nyatakan bahwa negara itulah sebagai negara terkaya di dunia. tapi bukankah negara itu sedang dalam kondisi terpuruk? hutang dimana-mana, kemiskinan, korupsi yang meraja lela, kondisi moral bangsa yang kian menurun serta masalah-masalah lain yang sedang menyelimuti negara itu.baiklah mari kita urai semuanya satu persatu sehingga kita bisa melihat kekayaan negara ini sesungguhnya.

1. Negara ini punya pertambangan emas terbesar dengan kualitas emas terbaik di dunia. namanya PT Freeport.

Pertambangan ini telah mengasilkan 7,3 JUTA ton tembaga dan 724,7 JUTA ton emas. saya (penulis= suranegara) mencoba meng-Uangkan jumlah tersebut dengan harga per gram emas sekarang, saya anggap Rp. 300.000. dikali 724,7 JUTA ton emas/ 724.700.000.000.000 Gram dikali Rp 300.000. = Rp.217.410.000.000.000.000.000 Rupiah!!!!! ada yang bisa bantu saya cara baca nilai tersebut? itu hanya emas belum lagi tembaga serta bahan mineral lain-nya.lalu siapa yang mengelola pertambangan ini? bukan negara ini tapi AMERIKA! prosentasenya adalah 1% untuk negara pemilik tanah dan 99% untuk amerika sebagai negara yang memiliki teknologi untuk melakukan pertambangan disana. bahkan ketika emas dan tembaga disana mulai menipis ternyata dibawah lapisan emas dan tembaga tepatnya di kedalaman 400 meter ditemukan kandungan mineral yang harganya 100 kali lebih mahal dari pada emas, ya.. dialah URANIUM! bahan baku pembuatan bahan bakar nuklir itu ditemukan disana. belum jelas jumlah kandungan uranium yang ditemukan disana, tapi kabar terakhir yang beredar menurut para ahli kandungan uranium disana cukup untuk membuat pembangkit listrik Nuklir dengan tenaga yang dapat menerangi seluruh bumi hanya dengan kandungan uranium disana. Freeport banyak berjasa bagi segelintir pejabat negeri ini, para jenderal dan juga para politisi busuk, yang bisa menikmati hidup dengan bergelimang harta dengan memiskinkan bangsa ini. Mereka ini tidak lebih baik daripada seekor lintah!



2. Negara ini punya cadangan gas alam TERBESAR DI DUNIA! tepatnya di Blok Natuna.

Berapa kandungan gas di blok natuna? Blok Natuna D Alpha memiliki cadangan gas hingga 202 TRILIUN kaki kubik!! dan masih banyak Blok-Blok penghasil tambang dan minyak seperti Blok Cepu dll. DIKELOLA SIAPA? EXXON MOBIL! dibantu sama Pertamina.

3. Negara ini punya Hutan Tropis terbesar di dunia. hutan tropis ini memiliki luas 39.549.447 Hektar, dengan keanekaragaman hayati dan plasmanutfah terlengkap di dunia.

Letaknya di pulau sumatra, kalimantan dan sulawesi.sebenarnya jika negara ini menginginkan kiamat sangat mudah saja buatmereka. tebang saja semua pohon di hutan itu makan bumi pasti kiamat.karena bumi ini sangat tergantung sekali dengan hutan tropis ini untukmenjaga keseimbangan iklim karena hutan hujan amazon tak cukup kuatuntuk menyeimbangkan iklim bumi. dan sekarang mereka sedikit demi sedikitelah mengkancurkanya hanya untuk segelintir orang yang punya uanguntuk perkebunan dan lapangan Golf. sungguh sangat ironis sekali.



4. Negara ini punya Lautan terluas di dunia. dikelilingi dua samudra, yaitu Pasific dan Hindia hingga tidak heran memiliki jutaan spesies ikan yang tidak dimiliki negara lain.

Saking kaya-nya laut negara ini sampai-sampai negara lain pun ikut memanen ikan di lautan negara ini.

5. Negara ini punya jumlah penduduk terbesar ke 4 didunia.

Bengan jumlah penduduk segitu harusnya banyak orang-orang pintar yang telah dihasilkan negara ini, tapi pemerintah menelantarkan mereka-mereka. sebagai sifat manusia yang ingin bertahan hidup tentu saja mereka ingin di hargai. jalan lainya adalah keluar dari negara ini dan memilih membela negara lain yang bisa menganggap mereka dengan nilai yang pantas.

6. Negara ini memiliki tanah yang sangat subur. karena memiliki banyak gunung berapi yang aktif menjadikan tanah di negara ini sangat subur terlebih lagi negara ini dilintasi garis katulistiwa yang banyak terdapat sinar matahari dan hujan.

Jika dibandingkan dengan negara-negara timur tengah yang memiliki minyak yang sangat melimpah negara ini tentu saja jauh lebih kaya. coba kita semua bayangkan karena hasil mineral itu tak bisa diperbaharui dengan cepat. dan ketika seluruh minyak mereka telah habis maka mereka akan menjadi negara yang miskin karena mereka tidak memiliki tanah sesubur negara ini yang bisa ditanami apapun juga. bahkan tongkat kayu dan batu jadi tanaman.

7. Negara ini punya pemandangan yang sangat eksotis dan lagi-lagi tak ada negara yang bisa menyamainya. dari puncak gunung hingga ke dasar laut bisa kita temui di negara ini.

Negara ini sangat amat kaya sekali, tak ada bangsa atau negara lain sekaya INDONESIA! tapi apa yang terjadi?

dialah INDONESIA!

untuk EXXON MOBIL OIL, FREEPORT, SHELL, PETRONAS dan semua PEJABAT NEGARA yang menjual kekayaan Bangsa untuk keuntungan negara asing, diucapkan TERIMA KASIH.

Sebuah cerita mungkin akan bisa menggambarkan indonesia saat ini silahkan disimak.

Judulnya Ketika Tuhan Menciptakan IndonesiaSuatu hari Tuhan tersenyum puas melihat sebuah planet yang baru saja diciptakan- Nya. Malaikat pun bertanya, "Apa yang baru saja Engkau ciptakan, Tuhan?" "Lihatlah, Aku baru saja menciptakan sebuah planet biru yang bernama Bumi," kata Tuhan sambil menambahkan beberapa awan di atas daerah hutan hujan Amazon. Tuhan melanjutkan, "Ini akan menjadi planet yang luar biasa dari yang pernah Aku ciptakan. Di planet baru ini, segalanya akan terjadi secara seimbang".Lalu Tuhan menjelaskan kepada malaikat tentang Benua Eropa. Di Eropa sebelah utara, Tuhan menciptakan tanah yang penuh peluang dan menyenangkan seperti Inggris, Skotlandia dan Perancis. Tetapi di daerah itu, Tuhan juga menciptakan hawa dingin yang menusuk tulang.Di Eropa bagian selatan, Tuhan menciptakan masyarakat yang agak miskin, seperti Spanyol dan Portugal, tetapi banyak sinar matahari dan hangat serta pemandangan eksotis di Selat Gibraltar.Lalu malaikat menunjuk sebuah kepulauan sambil berseru, "Lalu daerah apakah itu Tuhan?" "O, itu," kata Tuhan, "itu Indonesia. Negara yang sangat kaya dan sangat cantik di planet bumi. Ada jutaan flora dan fauna yang telah Aku ciptakan di sana. Ada jutaan ikan segar di laut yang siap panen. Banyak sinar matahari dan hujan. Penduduknya Ku ciptakan ramah tamah,suka menolong dan berkebudayaan yang beraneka warna. Mereka pekerja keras, siap hidup sederhana dan bersahaja serta mencintai seni."Dengan terheran-heran, malaikat pun protes, "Lho, katanya tadi setiap negara akan diciptakan dengan keseimbangan. Kok Indonesia baik-baik semua. Lalu dimana letak keseimbangannya? "Tuhan pun menjawab dalam bahasa Inggris, "Wait, until you see the idiots I put in the government." (tunggu sampai Saya menaruh 'idiot2′ di pemerintahannya)

Dan untuk rasa terima kasih untuk Kemerdekaan Indonesia yang ke 65 tahun, kami pemuda-pemudi Indonesia memberikan penghargaan sebesar-besarnya kepada pejuang yang telah mengorbankan darah dan air mata mereka untuk bangsa yang tidak tahu terima kasih ini.

"Indonesia tanah air betadisana tempat lahir beta,dibuai dibesarkan bunda,Tempat berlindung di hari Tua...HIngga nanti menutup mata"

HIDUPLAH INDONESIA RAYA!!


Sumber : THE GLOBAL REVIEW

Raperda Kota Injil Manokwari, Skenario Amerika Pecah Belah Papua?




Penulis : Henderajit, Direktur Eksekutif Global Future Institute (GFI)


Konspirasi pihak Amerika dan beberapa negara Uni Eropa untuk menerapkan skenario balkanisasi nusantara, rupanya punya banyak cara. Di Papua, isu keagamaan sepertinya akan dijadikan alat politik untuk menciptakan konflik sosial antar golongan. Pemicunya, dengan akan dikeluarkannya Rancangan Peraturan Daerah (RAPERDA) Kota Injil Manokwari. Benarkah USAID terlibat?

Ada perkembangan yang cukup mengkhawatirkan di kota Manokwari, Provinsi Irian Jaya Barat, dalam beberapa bulan terakhir ini. Kalau anda berjalan melintasi kota Manokwari, di beberapa jalan protocol, bahkan sampai di desa-desa terdapat spanduk bertuliskan: ”Manokwari Kota Injil Membangun dengan Hati Mempersatukan dengan Kasih Menuju Manokwari Baru.”

Lebih gilanya lagi, di pinggir jalan kota Manokwari juga terpampang tulisan “Selamat Datang di Manokwari Kota Injil, Tuhan Memberkati.” Global Future Institute mencermati perkembangan ini dengan penuh keprihatinan yang amat sangat. Karena di balik gerakan ini, jelas mengandung maksud untuk memicu sentiment keagamaan dan kesukuan sekaligus.

Dalam terbitan edisi 8-21 April 2010, Majalah Intelijen menulis bahwa pemasangan spanduk semacam itu bermula ketika Seminar-lokakarya digelar pada 2006 mengeluarkan usulan agar diberlakukan Peraturan agar Pemerintah Kabupaten Manokwari Provinsi Irian Jaya Barat mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) Manokwari sebagai Kota Injil.

Benar saja. Selain hingga kini Raperda tersebut masih belum jelas, namun reaksi keras berkumandangn dari berbagai pihak. Selain dinilai berpotensi merugikan salah satu agama, yang tak kalah gawat adalah potensinya yang besar untuk memicu konflik beraroma agama dan kesukuan.

Tak kurang dari Wakil Ketua DPRD Manokwari Amos May, mengatakan Raperda tersebut telah melanggar semangat kebhinekaan di Indonesia yang terbentuk dari keberagaman agama dan suku. Bagi Amos, isu kesenjangan ekonomi dan langkanya warga masyarakat Papua untuk mendapat akses pendidikan, kiranya merupakan isu yang jauh lebih strategis untuk jadi prioritas perhatian.

Yang mencurigakan berbagai kalangan, mengapa usulan raperda tersebut baru digulirkan pada 2006 lalu? Sebagai kota yang sedari awal memang bermayoritaskan agama Kristen dan Katolik, apa perlunya untuk mengeluarkan Perda untuk dapat pengesahan dari Pemerintah? Sepertinya memang ada agenda tersembunyi di balik usulan aneh semacam itu. Dari berbagai sumber terungkap, sepertinya ada niatan untuk meniru Aceh yang menerapkan Syariat Islam. Dan yang lebih aneh lagi, kabarnya gagasan Perda Kota Injil tersebut karena dipicu adanya rencana pembangunan masjid raya dan Islamic Center di Manokwari pada 2005 lalu.

Sudah selayaknya aparat intelijen yang terkait langsung dalam pemantauan perkembangan bidang politik dan keamanan nasional, untuk membaca situasi ini sebagai potensi menuju konflik antar agama sebagai kemasan dari konflik antar pusat dan daerah sebagai legitimasi untuk munculnya tuntutan Papua merdeka di kelak kemudian hari.

Kedua, gagasan Raperda tersebut bukan tidak mungkin untuk dijadikan pintu masuk bagi para misionaris Kristen/Katolik sebagai kedok dari operasi aparat intelijen Asing.

Lepas dari soal Raperda Kota Injil yang disusun oleh DPRD dan Pemerintah Daerah Manokwari Kabupaten Irian Jaya Barat, belakangan berkembang informasi bahwa Pemerintah Amerika Serikat, melalui United State Agency for International Development (USAID), baru-baru ini telah mengeluarkan dana bantuan kepada Pemda Papua sebesar 100 juta dolar AS.

Dengan langsung memberikan dana bantuan kepada Pemda Papua tanpa lewat pemerintah pusat, maka wajar jika memunculkan kecurigaan bahwa Amerika sedang berusaha menjalin kontak langsung kepada pemerintah setempat tanpa melalui pemerintah pusat. Sehingga bukan tidak mungkin munculnya gagasan Raperda Kota Injil merupakan konsekwensi logis dari bantuan pihak USAID tersebut.

Selama ini, USAID memang telah menjadi perpanjangan tangan dari Departemen Luar Negeri Amerika, dan memiliki jalinan kerjasama strategis dengan pihah PT Freeport Indonesia, yang memiliki pertaruhan ekonomi bisnis yang cukup kuat di Papua di sektor tambang.


Sumber : THE GLOBAL REVIEW

Pentagon Coba Adu Domba India-Pakistan Untuk Tutupi Agenda Tersembunyinya di Afghanistan



Penulis : Tim Riset Global Future Institute (GFI)


Untuk kali kesekian, pemerintah Amerika Serikat mengalihkan isu sentral yang menjadi musabab krisis Afghanistan tak kunjung usai. Lagi-lagi, yang jadi kambing hitam adalah Taliban. Menteri Pertahanan Amerika Robert Gates, menuding Al-Qaeda dan Taliban yang merupakan jaringan pendukungnya di Afghanistan, sedang berusaha memprovokasi meletusnya perang terbuka antara India-Pakistan. Tujuannya, menurut Gates, untuk menciptakan destablisasi di kawasan Asia Selatan.


Aneh juga tudingan Menteri Pertahanan Gates ini, apalagi kalau menelusur kembali fakta bahwa Al Qaeda dan Taliban, bahkan termasuk kelompok Islam yang berbasis di Pakistan seperti Laskar-E Taiba, di masa lalu merupakan organ-organ berbendera Islam yang berada dalam binaan badan Intelijen Amerika CIA dan badan Intelijen Pakistan Inter-Service Intelligence (ISI).

Ini merupakan perkembangan baru yang cukup menarik untuk dicermati. Karena beberapa waktu yang lalu, wartawan Pakistan Post Naveed Miraj, menulis bahwa dalam sebenarnya justru badan intelijen Pakistan ISI-lah yang ketika Taliban masih berkuasa, telah melakukan langkah-langkah strategis dan efektif untuk menumpas dan memberantas perdagangan narkoba. Sedemikian rupa bahkan telah melarang dengan keras penanaman perkebunan ganja 7 tahun yang lalu. Sehingga praktis aparat intelijen Pakistan ISI dan Taliban telah berhasil menutup semua celah terjadinya penyelundupan ganja, narkotika dan obat bius ke pasar global.

Namun semua itu berubah menyusul keputusan George W. Bush untuk melakukan invasi ke Afghanistan dengan dalih perang terhadap terorirsme. Apa yang dilakukan oleh Presiden Afghanistan Hamid Karzai dan para kroninya yang berada di bawah kendali Aliansi Utara(North Alliancce), malah meningkatkan kembali secara drastis produksi dan perdagangan narkoba di kawasan Asia Selatan dan Tengah.

Pada perkembangannya, runtuhnya Taliban akibat serangan militer Amerika pada 2001 lalu, dan tampilnya Hamid Karzai sebagai penguasa baru Afghanistan, ibarat lolos dari mulut macan ke mulut buaya (baca artikel Peter Dale Scott dan Tim Global Future Institute, di http://www.theglobal-review.com).

Rupanya, inilah agenda tersembunyi Amerika di Afghanistan. Membiarkan perdagangan narkoba berkembang bebas, bahkan melibatkan para kroni Presiden Karzai, dan begitu Amerika menangguk dua keuntungan sekaligus. Pertama, keuntungan material yang cukup besar. Dan yang lebih penting lagi, Amerika dengan basis dukungan keuangan yang besar dari perdagangan narkoba ini, bisa mewujudkan agenda-agenda tersembunyinya di kawasan ini melalui sarana-sarana yang ilegal dan bertentangan dengan aturan-aturan hukum yang berlaku. .

Perdagangan Narkoba Dapat Dukungan Diam-Diam dari Dunia Perbankan?

Yang lebih mengejutkan lagi, perdagangan narkoba di pasar global nampaknya secara diam-diam mendapat dukungan kalangan perbankan di Amerika dan Eropa Barat. Sumber Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan bahwa salah satu sebab mengapa dunia perbankan bisa bertahan di tengah-tengah krisis finansial karena berkat triliunan dolar Amerika yang berhasil diraup dari perdagangan narkoba di pasar dunia.

Antonio Maria Costa, kepala Kantor PBB bidang kejahatan dan narkoba, mengatakan bahwa tetap berlanjutnya perdagangan narkoba sebagai bagian dari kejahatan terorganisasi, karena dianggap satu-satunya modal investasi yang tetap liquid di mata kalangan perbankan ketika krisis keuangan global baru-baru ini nyaris meruntuhkan sektor perbankan Amerika dan Eropa.

Bagaimana penjelasannya? Mudah, menurut Antonio Maria Costa. Total keuntungan perdagangan narkoba yang kabarnya mencapai 352 miliar dolar Amerika Serikat itu, kemudian diserap ke dalam sistem perekonomian negara.

Hal ini tentu saja kemudian menyentuh salah satu isu yang cukup krusial. Jangan-jangan para pelaku kejahatan trans-nasional, termasuk yang terlibat dalam perdagangan narkoba, telah mempengaruhi sistem perekonomian negara di tengah-tengah krisis keuangan global yang sedang melanda. Sebab menurut Antonio Maria Costa yang bermukim dan bekerja di Viena, Austria, uang ilegal hasil penjualan barang haram tersebut pada perkembangannya telah diserap ke dalam sistem keuangan masing-masing negara.

Alhasil, penyelidikan secara mendalam terhadap sektor perbankan kiranya sudah saatnya untuk dilakukan oleh komunitas dunia internasional. Apalagi kemudian berkembang temuan bahwa sisi rawan dari sektor perbankan saat ini adalah soal liquid capital alias likuiditas.

Sehingga keuntungan triliunan dolar Amerika yang diraup dari bisnis narkoba, kemudian digunakan untuk menyelamatkan beberapa bank yang akan bangkrut. Mengutip ucapan Antonio Maria Costa: “Inter-bank loans were funded by money that originated from the drugs trade and other illegal activities.”

Sayangnya, Costa menolak untuk secara gambling menyebut negara-negara mana saja atau bank-bank yang mungkin telah menerima suntikan dana yang bersumberkan dari perdagangan narkoba di pasar global. Misalnya bank-bak yang berbasis di Inggris, Swis, Itali dan Amerika.

Namun jika menelusur berbagai riset pustaka yang dilakukan oleh Global Future Institute, terungkap bahwa sejak dahulu kala beberapa bank di Amerika yang terkait dengan kartel minyak klan bisnis George Herbert Bush dan George W. Bush seperti bank BIIS, dengan jelas mengindikasikan bahwa perdagangan narkoba memang merupakan by design dan membawa keuntungan bisnis yang cukup strategis untuk menyelamatkan klan bisnis Bush dan bahkan para konglomerat Amerika seperti dinasti Rockefeller, JP Morgan, dan Rotchild.

Karena itu, situasi Afghanistan yang tetap tidak stabil dan rawan dari segi keamanan, justru merupakan situasi yang kondusif bagi mafia perdagangan narkoba yang sepenuhnya berada dalam perlindungan badan intelijen Amerika CIA.

Pertarungan Dua Faksi Bersenjata Pedagang Narkoba Afghanistan

Maka itu, tudingan Menteri Pertahanan Amerika Robert Gates terhadap Taliban sebagai kelompok pemicu berkobarnya perang India-Pakistan rasa-rasanya terlalu berlebihan dan tidak masuk akal.

Kenyataan yang terjadi di Afghanistan, menurut Richard Clark dalam artikelnya bertajuk US is in Drug Turf War with Taliban?, menulis bahwa perang yang terjadi di Afghanitan saat ini sejatinya melibatkan dua kelompok bersenjata pedagang narkoba. Satu pihak, merupakan kelompok bersenjata yang didukung Amerika. Dan kelompok satunya lagi, merupakan pasukan bersenjata yang didukung Taliban. Namun keduanya, sama-sama berebut akses produksi dan jalur perdagangan narkoba.

Tragisnya, pada perkembangan akhir-akhir ini, Taliban sepertinya berada di atas angin dalam perang antar gang mafia pedagang narkoba ini. Dan ironisnya, keberadaan Taliban sejatinya merupakan kreasi Amerika di era awal 1980-an ketika dijadikan instrument perlawanan bersenjata untuk menghadapi invasi militer Uni Soviet.

Tapi sekarang, kehadiran tentara Amerika dan aparat kepolisian Amerika di Afghanistan, ditujukan untuk mengendalikan kepolisian dan patroli perbatasan Afghanistan. Sementara Taliban sekarang menjadi rival Amerika yang menjadi target operasi Amerika di dengan dalih perang terhadap terorisme. Mereka harus ditemukan baik dalam keadaan hidup atau mati.

Masalahnya adalah, kota Spin Boldak yang berada di sebelah selatan yang berbatasan langsung dengan Pakistan, merupakan pintu masuk menuju ladang ganja yang berlokasi di Kandahar dan provinsi Helmand. Di wilayah ini, tokoh sentral daerah ini (warlord), merupakan pemimpin mafia pedagang narkoba yang sekaligus juga komandan patroli perbatasan dan komandan milisia lokal daerah tersebut. Bisa dibayangkan betapa runyamnya kondisi semacam itu.

Alhasil, sebagaimana kesaksian Richard Clark dalam artikelnya, aparat militer dan intelijen Amerika kemudian bersekongkol dengan para mafia pedagang narkoba tersebut.

Satu lagi bukti, bahwa kehadiran militer Amerika di Afghanistan ternyata menjadi bagian dari masalah, dan bukan solusi dari krisis yang terjadi di Afghanistan sejak 2001 hingga sekarang.


Sumber yang disarankan:
Untuk mendalami lebih lanjut subyek pembahasan ini, pembaca kami persilahkan untuk mengakses http://www.harpers.org/archive/2009/12/0082754.


Sumber : THE GLOBAL REVIEW

Adu Domba Indonesia Malaysia Oleh Mafia Minyak Dunia




Oleh Michel Sukardi

Jangan terpancing berbagai intrik baik di dalam negeri maupun di negeri Malaysia atas upaya-upaya pihak tertentu yang mengarahkan terjadinya konfrontasi Indonesia – Malayisa, karena ini merupakan jalan “tol” bagi misi mengambil alih kekayaan mineral yang ada di Indonesia dan Malaysia. Informasi penting ini berasal dari Daniel Estulin seorang keturunan Rusia yang sering memantai sebuah paguyupan mafia minyak dunia yang sering mencapai cita-citanya dengan gaya machiavellis. Informasinya ini dituliskan dalam sebuah buku yang berjudul "The True Story of The Bilderberg Group" yang sempat menjadi international best saller.

Estulin adalah seorang penulis , pembicara publik , wartawan investigasi yang berasal dari Rusia, tetapi pada tahun 1980 masa Uni Soviet terusir karena ayahnya seorang pembangkang yang berjuang untuk demokrasi di Uni Soviet. Mereka akhirnya pindah ke Kanada. Dua belas tahun kemudian pindah lagi ke Spanyol. Kakek Estulin adalah seorang kolonel di KGB dan intelijen-counter di tahun 1950-an, sehingga dia merasa istimewa karena mendaptkan informasi yang banyak dan berharga dari kakeknya itu.

Daniel Estulin yang pernah melakukan investigasi pada tanggal 27 Mei 2005 terhadap suatu paguyuban Paguyuban Bilderberg yang dalam suatu pertemuannya secara khusus membahas mengenai cara mendapatkan hak ekplorasi di kawasan Blok Ambalat.

Bilderberg adalah kumpulan orang-orang paling berkuasa di dunia yang misterius namun ditengarai sangat menentukan arah kecenderungan internasional. Mereka diantaranya para birokrat, industrialis dan bankir. Group ini pertama kali melakukan pertemuan pada 29 Mei 1945 di Hotel de Bilderberg, dekat kota Arnhem, Belanda. Pada mulanya group ini dipimpin oleh Pangeran Bernhard. Ada indidkasi yang meyakinkan dengan adanya dendam sejarah Group ini atas Indonesia.

Besarnya petensi migas yang terpendam dalam blok ambalat menarik perusahaan minyak asing untuk mendapatkan kesempatan berekplorasi. Blog Ambalat mencakup 15.235 kilometer persegi yang terletak di Laut Sulawesi atau Selat Makassar dan berada di dekat perpanjangan perbatasan darat antara Kalimantan Timur, Indonesia dan Sabah, Malaysia. Penamaan blok laut ini didasarkan atas kepentingan eksplorasi kekayaan laut dan bawah laut, khususnya dalam bidang pertambangan minyak.

Dalam hasil kesimpulan dari pembahasan mereka itu perlu rangsang adanya konfrontasi Indonesia Malaysia jilid baru, agar Dewan Keamanan PBB datang, sehingga memberi landasan bagi hadirnya pasukan pemelihara perdamaian PBB sehingga eksploitasi energi di Ambalat bisa mereka kontrol.

Kelompok Bilderberg bekerja secara rahasia untuk memperkuat gurita perusahaan-perusahaan minyak internasional yang dimiliki oleh para anggotanya. Kelompok ini juga sering terjadi masalah dalam pengelolaan energy di Rusia. Privatisasi sumber energy pada masa Presiden Yaltsin, Rusia, juga ada kemungkinan dikontrol oleh kelompok ini.

Metode kerja mereka mirip seperti intelegen pada semua Negara-negara yang memiliki sumber minyak di seluruh dunia. Ada kemungkinan pencurian data hasil survey pemerintah Indonesia di Blok Ambalat juga bagian dari konspirasi mereka.

Salah satu kejadian yang merugikan pemerintah Indonesia yang terkait dengan kelompok tersebut terjadi pada tahun 1999 Shell pernah bertindak curang dalam menggunakan data migas Ambalat. Ini dilakukan pada saat Shell mendapatkan hak ekplorasi Blok Ambalat pada tahun 1999. Setelah mendapatkan data migas secara lengkap tanpa seizin pemerintah Indonesia, perusahaan Inggris – Belanda tersebut justru keluar dari Ambalat dengan menjual konsensi yang dimilikinya kepada ENI SpA.

Tiga tahun kemudian Shell melalui Malaysia masuk lagi dengan menggunakan data tersebut. Ada kemungkinan besar pihak laina pun via Shell mengakses data tersebut, sehingga pada akhirnya data survey kita yang dibiaya dengan dana anggaran besar tersebut tidak dapat dimanfaatkan oleh Pemerintah Indonesia, tetapi justru dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh pihak asing.

Secara keras Direktur Eksplorasi dan Eksploitasi Direktorat Jenderal Migas Novian Thaib, memprotes keras tindakan curang tersebut pada tahun 1995. Pengamat perminyakan Indonesia pun, Kurtubi, pernah mengingatkan pemerintah dalam wawancara dengan Radio Netherland.

Pemerintah Indonesia, Pemerintah Malaysia, rakyat Malaysia dan rakyat Indonesia sebaiknya perlu menahan diri atas berbagai insiden yang bisa menyebabkan konflik kedua Negara. Jika kedua Negara lengah bisa masuk dalam jebakan adu domba ini yang justru akan menguntungkan kelompok yang ingin mendapatkan akses minyak dan gas tersebut.

Apalagi hubungan Indonesia-Malaysia belakangan ini, sering mengalami konflik yang dipicu bermacam-macam masalah. Mulai dari lepasnya Sipadan Ligitan dari pihak Indonesia ke pihak Malaysia, konflik Ambalat, TKI ilegal, penyiksaan TKI kita, pengusiran TKI, perampokan dan kriminal yang dilakukan TKI kita di Malaysia, pengkliman budaya Indonesia oleh pihak Malaysia. Kejadian terakhir adalah penangkapan PNS DKP Pemkab. Tanjung Barikit.

Upaya membesar-besarkan, dan memanas-manasi banyak bermunculan diberbagai situs-situs internet, di forum-forum dan maillist. Bahkan banyak media massa besar nasional juga ikut terpancing. Kerja yang dilakukan pihak tertentu ini seperti kerja intelegen dan “blow up of issue” agar banyak pihak menjadi panas dan masuk dalam sasaran konfrontasi militer. Lebih diharapkan lagi terjadinya konflik Kapal TNI dengan Kapal militer Diraja Malaysia dan sebagainya yang bisa menjadi potensi konflik yang lebih besar.

Kita harus ingat Indonesia dan Malaysia adalah dua negara besar di Asia Tenggara yang bila potensinya disatukan akan sangat memperkuat ASEAN. Organisasi ASEAN juga perlu memperkuat kerjasama dalam mempertahankan eksistensi kawasan regional dari berbagai sabotase dan instrik-intrik pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab tersebut.

Pada tahun 2009 Ketua MPR Hidayat Nurwahid mengemukakan, pemerintah serta masyarakat Indonesia dan Malaysia perlu mewaspadai kemungkinan pihak ketiga melakukan adu domba hingga hubungan kedua negara sering dihadapkan sejumlah masalah.

Hal itu disampaikan Hidayat Nurwahid dalam "Halaqah Ukhuwah Wathaniah Indonesia-Malaysia" di Jakarta seperti yang diberitakan Antaranews. Kegiatan tersebut dalam rangka peluncuran kembali buku berjudul "Islam Nasionalisme UMNO-PKB" yang ditulis Anggota Komisi I DPR Effendy Choirie (Gus Choi) . Buku ini merupakan disertasi effendy Choirie di Universitas Malaya (Malaysia).

Halaqah juga dihadiri Menhan Juwono Sudarsono dan Menhan Malaysia Dato` Seri Ahmad Zahid Hamidi, Dubes Malaysia Dato` Zainal Abidin Muhammad Zein, Wakil Ketua MPR AM Fatwa dan BRA Mooryati Soedibyo, Wakil Ketua Komisi I DPR Yusron Ihza Mahendra, mantan anggota Komisi I DPR Ade Daud Nasution dan sejumlah anggota Komisi I DPR. Selain itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin dan Rektor Universats Islam Negeri (UIN) Prof dr Komaruddin Hidayat.



Sumber : INDONESIAN VOICES

NB : Lihat juga di SINI ataw di SINI

22 Agustus 2010

SEKILAS HAMIL DI LUAR RAHIM

Sobat…..

Kali ini kita akan membahas sekilas tentang kasus “hamil di luar rahim” (bukan hamil di luar nikah ya…  ).

Kehamilan yang normal adalah pertemuan antara sel telur dan sperma yang terjadi di saluran telur yang setelah pembuahan terjadi seharusnya berjalan menuju rongga rahim.

Hamil di luar rahim/kandungan atau dalam istilah medis kehamilan ektopik, jika terlambat diketahui akan membahayakan nyawa si ibu. Janin yang seharusnya tumbuh dan berkembang di rahim ternyata tumbuh di tempat yang bukan semestinya, yaitu di saluran tuba falopii, kornu (tanduk rahim), atau bahkan di dalam rongga perut.
Nah, jika kehamilan membesar, sangat mungkin organ tempat tumbuh janin itu akan pecah dan memicu perdarahan hebat di dalam perut. Si ibu akan mengalami anemia, pucat, lemas, mengalami sesak napas hingga pingsan. Jika terlambat ditolong maka akan mengakibatkan kematian.

Kabarnya kejadian ini dapat terjadi pada 7 dari 1000 kehamilan. Dan calon ibu yang paling beresiko mengalaminya :

• usia 35-45 tahun, dan pernah hamil di luar rahim.
• yang pernah dioperasi saluran telur.
• yang pernah aborsi berulang.
• yang pernah mengalami masalah infertilitas ataupun pengobatan untuk merangsang keluarnya sel telur dari indung telur.
• Yang menderita infeksi panggul ataupun menderita tuberculosis (TB).

Di awal-awal kehamilan, tidak ada tanda khusus seorang perempuan hamil di luar kandungan dengan perempuan yang hamil normal. Tanda-tandanya tetap sama seperti terlambat menstruasi, mual, morning sickness dan pada tes kehamilan juga menunjukkan tanda positif.


Ciri hamil di luar kandungan baru terlihat ketika :

• Kerap menimbulkan rasa nyeri di perut bawah yang biasanya terasa tajam dan sulit hilang.
• Gangguan saluran pencernaan juga kerap muncul dibarengi kepala pusing dan penglihatan berkunang-kunang.
• Pendarahan dari vagina akibat robekan pada dinding saluran telur yang tipis akibat didesak oleh perkembangan janin, atau ada bercak-bercak perdarahan, sementara pada hamil normal perdarahan yang terjadi hanya flek-flek sedikit.. Gejala tersebut terasa karena dinding di saluran telur pecah, tapi jika belum pecah satu-satunya cara untuk memastikan hamil di luar kandungan adalah pemeriksaan USG.
Janin pada kehamilan di luar kandungan (kehamilan ektopik) ini hanya bertahan selama 5-10 minggu saja. Kehamilan seperti ini tidak bisa diselamatkan sehingga sering dikatakan keguguran.


Penyebab hamil di luar kandungan adalah :

• Terhambatnya perjalanan telur yang sudah dibuahi untuk melewati saluran telur menuju rahim. Hambatan itu bisa terjadi karena adanya bekas luka akibat beberapa sebab. Bisa saja ibu hamil pernah terinfeksi, sehingga bagian tersebut terkena penyempitan. Atau, adanya luka akibat operasi yang pernah dilakukan pada saluran telur. Bekas luka operasi ini bisa menjadi biang masalah saluran telur menjadi lengket atau menutup.
• Adanya endometriosis (jaringan yang mirip lapisan rahim yang ada di luar rahim) atau karena adanya kelainan bentuk dari saluran (misalnya sudah terpelintir dari awal).
• Adanya infeksi di daerah sekitar panggul ataupun infeksi akibat penyakit GO (gonorrhea). Hal inilah yang menyebabkan ibu yang menderita keputihan harus melakukan pemeriksaan untuk memastikan gejala yang di deritanya adalah tanda infeksi atau hanya keputihan yang bersifat fisiologis.
• Adanya tumor atau perlekatan-perlekatan dalam rongga perut yang mengakibatkan gangguan pada tuba falopii.
• Pada beberapa kasus kemungkinan disebabkan adanya kesalahan salah satu jenis hormon pengaturan yang berperan dalam hal ini sehingga membuat perjalanan hasil pembuahan menjadi tidak lancar.
• Calon ibu pernah mengalami kehamilan ektopik sebelumnya atau pernah melakukan bedah caesar.


Pencegahan/ penanganan pada kasus hamil di luar kandungan adalah :

• Pada pemeriksaan kehamilan pertama perlu diketahui apakah kehamilan ada di tempat yang seharusnya, yakni di rahim. Jika dokter mencurigai adanya kehamilan di luar kandungan, panggul akan diperiksa untuk menentukan pusat rasa sakit serta meraba adanya benda padat di perut.
• Pemeriksaan laboratorium yakni pengukuran hCG. Sebab pada kehamilan normal, kadar hormon kehamilan biasanya meningkat dua kali lipat setiap dua hari dalam sepuluh minggu pertama. Namun, pada kehamilan di luar rahim, peningkatan ini biasanya sangat rendah.
• Lewat USG, kelainan ini juga dapat dideteksi.
• Jika terjadi pendarahan maka perlu dioperasi untuk menghentikan pendarahan.
• Jika dideteksi terjadi kehamilan di luar rahim, dokter akan mengambil tindakan operasi untuk mengeluarkan janin yang tumbuh diluar rahim tersebut.
• Jika kehamilan di luar rahim ini masih kecil (dibawah 3 cm), dengan obat-obatan sitostatika bisa dipakai untuk menangani kelainan ini. Tapi jika sudah tumbuh semakin besar, selain obat juga perlu laparoskopi.
• Pengobatan yang diberikan untuk pasien dengan kasus kehamilan di luar kandungan biasanya melalui operasi untuk mengangkat sebagian atau keseluruhan saluran telur yang pecah tersebut dan dibersihkan hingga tak ada jaringan yang tertinggal.

Jika kondisi ini telah membuat kedua saluran telur diangkat, maka perempuan tersebut sudah tidak bisa hamil kembali atau menjadi infertil.

Tapi jika hanya salah satu saluran telur yang diangkat, maka perempuan tersebut masih memiliki kemungkinan untuk hamil kembali dan melahirkan normal. Kemungkinan hamil setelah kehamilan di luar rahim masih tetap ada, tapi menurun sampai sekitar 60%. Jika satu saluran terpaksa diambil, kesempatan untuk hamil kembali sekitar 40%. Jika seseorang pernah mengalami hal ini, biasanya dia punya kecenderungan mengalami kembali kehamilan ektopik.

Karenanya, jika Anda pernah mengalami hamil ektopik dan ingin hamil lagi, periksakan dahulu kondisi Anda sebelum mulai pembuahan. Agar tubuh Anda dapat disiapkan sebelumnya.

OK sobat, mudah-mudahan ulasan yang sangat dangkal ini dapat berguna bagi sobat semua.

Sumber : ayahbunda.co.id , DETIK.COM, conectique.com,


19 Agustus 2010

TEROR DI TENGAH KITA - DI MATA AWAM


Sobatku....

Beberapa tahun terakhir ini kita sering dicekoki dengan berita tentang teroris. Tapi tahukan kita apa itu sebenarnya "teroris"?

Secara awam "Teroris" adalah orang/kelompok atau pelaku yang menimbulkan/mengakibatkan/menebar teror di tengah-tengah masyarakat.
Lalu apa seh "teror" itu sendiri ?
secara awam (juga) "Teror" adalah hal/sesuatu yang menyebabkan ketakutan/cemas di tengah masyarakat.

Nah, jadi teror itu dapat berbentuk beberapa hal.


Seperti misalnya pada peristiwa bom bali, bom marriot, dsb yang dilakukan oleh oknum-oknum yang memang bertujuan/ punya sasaran orang/kelompok tertentu. Dalam hal ini sasarannya mereka adalah negara barat, terutama AS dan sekutunya.

Pemerintah dalam menghadapi pelaku teror tersebut sudah cukup tegas dengan membentuk Densus-88 AT (Detasemen Khusus 88 Anti Teror) yang berada di bawah kendali Polri. Sudah banyak pelaku teror dan orang-orang yang dianggap terlibat (belum pasti terlibat) yang ditangkap, ditahan, bahkan dieksekusi mati.
Tapi walaupun begitu ternyata aksi2 teror tersebut sepertinya belum pernah habis.

Selain teror dalam bentuk seperti di atas tadi, saya juga ingin menyampaikan pendapat saya soal aksi teror lainnya. Teror ini sampai sekarang belum jelas siapa pelakunya. Parahnya, aksi teror ini tidak mempunyai sasaran yang jelas seperti teror di atas. Karena teror ini menyebar merata di tengah masyarkat kita, bahkan terutama di tengah masyarakat kelas menengah ke bawah.


Sobat pasti sudah tahu teror apa yang saya maksud kan? Ya, teror "gas elpiji" yang akhir2 ini sudah sangat sering terjadi meledaknya tabung gas elpiji (terutama yang 3kg) yang awalnya merupakan program pemerintah dalam konversi minyak tanah ke gas elpiji. Dengan adanya program ini, masyarakat diberi tabung gas 3kg berikut kompornya secara gratis. Dengan kompensasinya minyak tanah akan sangat sulit didapat, dan kalaupun ada maka harganya akan sangat melambung tinggi dari harga sebelumnya.


Sudah banyak korban yang berjatuhan akibat peristiwa meledaknya tabung gas ini. Korban luka2 dan bahkan ada yang kehilangan kesempatan untuk meneruskan kehidupannya. Yang luka2 menjadi cacat dan ini akan mempengaruhi kehidupannya kelak, apalagi yang masih anak2.
Pemerintah dalam menangani kasus ini terkesan sedikit lambat dan kurang tegas. Walaupun kabarnya ada beberapa pelaku yang sudah ditangkap karena melakukan pemgoplosan gas elpiji, tabung non-SNI dan lainnya, tapi tindakan petugas sangat jauh berbeda dengan apabila menghadapi teroris (tersangka teroris) yang point pertama di atas.
Apakah mungkin pemerintah tidak bisa atau tidak mau menyamakan pelaku teror bom dengan pelaku teror tabung gas ?
Bukankah mereka sama-sama menebarkan ketakutan dan kecemasan di tengah2 masyarakat? Mengapa harus ada tebang pilih?
Padahal teror tabung gas ini selalu menghantui masyarakat pengguna tabung gas, bahkan tetangganya juga yang tidak menggunakan akan merasakan ketakutan dan kecemasan yang tidak kalah besarnya. Dan hebatnya lagi teror tabung gas ini menjadi semakin mengerikan karena kabarnya sudah ada jutaan tabung gas gratis yang telah didistribusikan secara merata di hampir seluruh wilayah di negeri kita ini.

Berikutnya ada lagi teror yang dilakukan oleh negeri tetangga terhadap kedaulatan kita.

Sudah banyak kejadian yang menunjukkan bagaimana mereka berani meneror dengan berlaku hal2 yang sangat tidak dapat ditolerir oleh kita. Ada perebutan wilayah laut, pulau, dan yang terakhir masih segar dalam ingatan kita bagaimana polisi laut mereka berani menahan petugas pengawas kelautan kita di wilaya kita sendiri.
Wah...wah...
Dan bagaimana tindakan pemerintah kita ? Hanya omongannya saja yang tegas, tapi buktinya belum ada.
Dan saat ke-3 petugas tersebut dilepaskan oleh negeri tetangga yang bersamaan dengan dilepaskannya pula ke-7 nelayan (terlibat pencurian ikan di laut kita), tapi wakil kita masih berani bilang bahwa itu bukanlah barter/tukar-menukar tahanan, tapi memang para petugas tersbut sudah diambil keterangannya dan tidak ditahan oleh tetangga kita....wehh......
Ini yang sebenarnya atau hanya "ngeles" ya? Malah ada kabar kedubes mereka di sini berani memprotes peritiwa demo di kantor mereka yang dianggap telah merusak beberapa fasilitas di sana.
Banyak saya dengar protes masyarakat berkaitan peristiwa penahanan petugas kita di wilayah kita yang kabarnya juga disertai aksi penembakan dari polisi laut tetangga.
Kalau negeri lain aja berani menembaki dan menangkap petugas kita yang sedang bertugas untuk negara, bagaimana pula bila terhadap nelayan kita ? Sobat bisa bayangkan sendiri kan ?
Pemerintah seharusnya bisa lebih tegas lagi, jangan sampai gara-gara dianggap lemah, maka masyarakat akan bertindak sendiri yang ujung-ujungnya kurang baik bagi semuanya.


Yang terakhir saya ingin sedikit mengulas tentang teror budaya barat terhadap kita yang selama ini dianggap sangat sopan dan beretika. Kita bisa melihat dari misalnya cara berpakaian para generasi muda sekarang.
Misalnya para wanitanya (mulai anak gadis sampai ibu-ibu juga) sudah berani dan merasa nyaman dengan memakai celana pendek (bahkan lebih sejengkal di atas lutut), bahkan pakaian tidur dipakai di tempat2 umum, seperti di mall, swalayan, pasar bahkan di jalan2. Padahal dulunya memakai pakaian yang menampakkan auratnya sedikit aja mereka sudah merasa malu dan risih, tapi kini terbalik, yang lelaki (gak semua lelaki seh...) yang risih melihatnya. Sebagian para orang tua saya yakin juga risih dengan hal ini, bahkan sudah menjadi kecemasan dan ketakutan tersendiri, tapi gak tahu mau mengadu kemana.
Kita juga tidak bisa menyalahkan sepenuhnya kepada mereka, karena sesungguhnya mereka juga menjadi "korban mode" yang didemokan oleh media2 (terutama tv) kita yang menayangkan gaya berpakaian para selebritis dan model iklan dengan model pakaian seperti itu.
Yah...mudah2an pemerintah dan wakil kita di senat bisa lebih memikirkan hal2 tersebut.

Untuk sementara mungkin itu dulu yang dapat saya ulas di sini menyangkut masalah "TEROR" dalam berbagai wujud ditengah2 masyarakat kita. Saya yakin sobat2 pasti punya masukan berupa wujud teror yang lain yang sedang menggerogoti masyarakat kita.
Untuk itu saya harap sobat2 ikut komen dan memberi masukan demi kebaikan kita bersama....!

18 Agustus 2010

BERITA - Tiket Bus dan Pesawat Mulai Diburu Pemudik



Pengelola terminal bus Lebak Bulus belum membuat persiapan menjelang arus mudik lebaran kali ini. Namun beberapa warga telah memesan tiket bus eksekutif untuk mudik, terutama keberangkatan tanggal 7 dan 8 September 2010.

Terpo (30) salah satu karyawan PO Nusantara di Terminal Lebak Bulus, lonjakan pemesan tiket sudah mulai terjadi khususnya untuk keberangkatan tanggal 7 dan 8 September, terutama tujuan Jawa Tengah (Semarang, Kudus, Pati).

Menurutnya, PO Nusantara menjual tiket seharga Rp 250.000 untuk bus AC dengan 22 tempat duduk. Pada masa lebaran nanti, PO Nusantara akan menjalankan delapan bus setiap harinya.

Kepala Terminal Lebak Bulus, Ferdinand Karel Wowor mengatakan, penumpang bus untuk mudik tahun ini diprediksi mengalami peningkatan. Untuk mengantisipasi hal itu, pihaknya akan menyediakan 400 bus cadangan.

Jumlah bus cadangan ini mengalami peningkatan dibandingkan pada tahun lalu yang hanya 300 bus. Sedangkan untuk saat ini bus reguler sebanyak 283 bus. "Jika bus reguler ditambah bus cadangan, maka armada untuk mengangkut pemudik di Terminal Lebakbulus mencapai 683 armada," ujarnya, Selasa 17 Agustus 2010.

Ia menambahkan bus cadangan yang diperbolehkan adalah bus pariwisata, bukan bus reguler dari daerah lain. Untuk tarif bus eksekutif, disesuaikan berdasarkan mekanisme pasar. Sedangkan untuk tarif bus ekonomi diatur pemerintah dengan tarif batas atas dan batas bawah.

Selain itu, bus-bus yang akan mengangkut penumpang mudik juga akan diperiksa kelayakan jalannya sebelum meninggalkan terminal. Pengecekan kelayakan jalan tersebut akan digelar di terminal menjelang Lebaran. Selain pemeriksaan kelengkapan surat-surat kelayakan kendaraan atau KIR juga tetap dilakukan pemeriksaan fisik lagi sebelum berangkat. Minimal ada tiga pemeriksaan, yakni surat tanda uji Kir (STUK), Kartu Pengawasan (KP) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

Sementara itu, pemesanan tiket pesawat untuk mudik juga mengalami lonjakan. Hal tersebut diungkapkan Boy, dari Kasamas Travel. Ia mengakui pemesanan tiket pesawat meningkat hingga sekitar 30 persen.

Harga tiket pesawat pun melambung tinggi karena banyak agen perjalanan yang mengambil untung banyak. Menurutnya, setiap maskapai mengeluarkan published fare atau tarif yang diumumkan maskapai.

"Harga itu sudah tinggi, namun banyak yang menjual lebih tinggi Rp 20.000 sampai 30.000, bahkan Rp 50.000 dari published fare," ungkapnya.

Padahal para agen perjalanan sudah mendapat margin keuntungan dari maskapai jika menjual sesuai harga published fare. "Mahal begini wajar saja, karena permintaan sangat tinggi jelang Lebaran, jadi mahal sekali juga orang tetap mau beli," katanya.

Dicontohkannya, berdasarkan published fare, penerbangan dengan Lion Air tujuan Yogyakarta yang biasanya hanya berkisar Rp 370.000an, untuk mudik menjadi Rp 900.000, bahkan ada kemungkinan naik lagi menjadi Rp 1 juta.

Sedangkan harga tiket untuk tujuan Surabaya yang biasanya hanya Rp 400.000 hingga Rp 500.000, menjadi Rp 1.150.000 untuk mudik Lebaran, Untuk maskapai Sriwijaya Air, harga juga tidak jauh berbeda, penerbangan tujuan Yogyakarta, yang pada hari biasa hanya Rp 350.000 hingga Rp 420.000 melonjak menjadi Rp 750.000 dan kemungkinan naik lagi hingga Rp 820.000. (sj)


Sumber : Vivanews.com

BERITA - Harga Tiket Pesawat Gila-gilaan



Hari Raya Idul Fitri masih tiga pekan lagi, tetapi tampaknya masyarakat terutama kaum urban yang akan melakukan mudik saat Lebaran nanti telah memborong tiket pesawat.

Akibat tingginya pemesanan tiket sejak awal puasa, harga tiket melambung. Bahkan, untuk penerbangan rute tertentu, ada beberapa maskapai yang telah kehabisan tiket hingga H-5 Lebaran yang jatuh pada 10 September 2010.

Penelusuran Tribunnews.com dari call center sejumlah maskapai menyebutkan, harga tiket pesawat dari Jakarta menjelang Lebaran melonjak, bahkan ada yang lebih dari tiga kali lipat.



Sebagai contoh harga tiket Lion Air rute Jakarta-Jogja untuk keberangkatan tanggal 9 September 2010 yang mencapai Rp 981.000 per penumpang, padahal harga tiket rute yang sama pada 18 Agustus 2010 hanya Rp 273.000 per penumpang.

Sementara untuk maskapai Sriwijaya Air, Batavia Air telah menjual semua tiket sebagian besar rute penerbangannya mulai tiga hari menjelang Lebaran.

Bahkan untuk rute Jakarta-Jogja, yang masih ada pada tanggal 4 September dengan harga Rp 910.000 per orang.

Sedangkan Batavia masih menyediakan tiket untuk penerbangan tanggal 6 September, harganya pun telah melambung lebih dari dua kali lipat, yaitu Rp 807.000 per tiket.

"Tiketnya tinggal beberapa lagi, Pak. Mungkin beberapa hari lagi akan habis," kata petugas call center tersebut.

Sementara di situs resminya, tiket Mandala Air juga banyak yang telah habis. Tiket kelas ultra saver dari Jakarta tujuan beberapa kota besar mulai tanggal 7 September sudah habis.

Maskapai ini tetap menyediakan tiket kelas ultra flex dan harganya lebih mahal. Disebutkan pula, untuk tanggal 7 September, harga tarif tertinggi adalah Rp 1.024.545 per penumpang.

Juru bicara Sriwijaya Air, Ruth Hanna Simatupang, mengatakan agar maskapai bisa melayani lagi para pembeli tiket, sudah saatnya pemerintah memberikan izin bagi maskapai untuk menambah frekuensi penerbangan sehingga kapasitasnya lebih besar lagi.

Sebagai contohnya, Sriwijaya telah mengusulkan penambahan 15.000 kursi pesawat untuk sejumlah rute.

"Bila Kementerian Perhubungan memberikan izin, maka kita segera menjual tambahan kursi tersebut ke masyarakat," kata Hanna.

Sebelumnya, Direktur Angkutan Udara Kemenhub EA Silooy mengatakan, sudah banyak usulan penambahan frekuensi dan kapasitas penumpang dari sejumlah maskapai.

Meski demikian, usulan tersebut tidak serta-merta mendapat izin karena ini harus disesuaikan dengan waktu yang ada.

Bandara Soekarno-Hatta adalah bandara tersibuk di Indonesia sehingga harus diatur penerbangannya.

"Kita akan mengatur slot penerbangannya dulu. Yang penting penerbangan reguler tidak terganggu oleh penambahan penerbangan," kata Silooy.

Mau pesan tiket? Silahkan email saya.


Sumber : Kompas.com

17 Agustus 2010

Sejarah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia


Latar Belakang

Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada hari Jumat, 17 Agustus 1945 Tahun Masehi, atau 17 Agustus 2605 menurut tahun Jepang dibacakan oleh Ir. Soekarno yang didampingi oleh Drs. Mohammad Hatta di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta Pusat.

Pada tanggal 6 Agustus 1945 sebuah bom atom dijatuhkan di atas kota Hiroshima Jepang oleh Amerika Serikat yang mulai menurunkan moral semangat tentara Jepang di seluruh dunia. Sehari kemudian Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia BPUPKI, atau "Dokuritsu Junbi Cosakai", berganti nama menjadi PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) atau disebut juga Dokuritsu Junbi Inkai dalam bahasa Jepang, untuk lebih menegaskan keinginan dan tujuan mencapai kemerdekaan Indonesia. Pada tanggal 9 Agustus 1945, bom atom kedua dijatuhkan di atas Nagasaki sehingga menyebabkan Jepang menyerah kepada Amerika Serikat dan sekutunya. Momen ini pun dimanfaatkan oleh Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaannya.

Soekarno, Hatta selaku pimpinan PPKI dan Radjiman Wedyodiningrat sebagai mantan ketua BPUPKI diterbangkan ke Dalat, 250 km di sebelah timur laut Saigon, Vietnam untuk bertemu Marsekal Terauchi. Mereka dikabarkan bahwa pasukan Jepang sedang di ambang kekalahan dan akan memberikan kemerdekaan kepada Indonesia. Sementara itu di Indonesia, pada tanggal 10 Agustus 1945, Sutan Syahrir telah mendengar berita lewat radio bahwa Jepang telah menyerah kepada Sekutu. Para pejuang bawah tanah bersiap-siap memproklamasikan kemerdekaan RI, dan menolak bentuk kemerdekaan yang diberikan sebagai hadiah Jepang.

Pada tanggal 12 Agustus 1945, Jepang melalui Marsekal Terauchi di Dalat, Vietnam, mengatakan kepada Soekarno, Hatta dan Radjiman bahwa pemerintah Jepang akan segera memberikan kemerdekaan kepada Indonesia dan proklamasi kemerdekaan dapat dilaksanakan dalam beberapa hari, tergantung cara kerja PPKI. Meskipun demikian Jepang menginginkan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 24 Agustus.

Dua hari kemudian, saat Soekarno, Hatta dan Radjiman kembali ke tanah air dari Dalat, Sutan Syahrir mendesak agar Soekarno segera memproklamasikan kemerdekaan karena menganggap hasil pertemuan di Dalat sebagai tipu muslihat Jepang, karena Jepang setiap saat sudah harus menyerah kepada Sekutu dan demi menghindari perpecahan dalam kubu nasionalis, antara yang anti dan pro Jepang. Hatta menceritakan kepada Syahrir tentang hasil pertemuan di Dalat. Soekarno belum yakin bahwa Jepang memang telah menyerah, dan proklamasi kemerdekaan RI saat itu dapat menimbulkan pertumpahan darah yang besar, dan dapat berakibat sangat fatal jika para pejuang Indonesia belum siap. Soekarno mengingatkan Hatta bahwa Syahrir tidak berhak memproklamasikan kemerdekaan karena itu adalah hak Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Sementara itu Syahrir menganggap PPKI adalah badan buatan Jepang dan proklamasi kemerdekaan oleh PPKI hanya merupakan 'hadiah' dari Jepang (sic).
Indonesia flag raising witnesses 17 August 1945.jpg

Pada tanggal 14 Agustus 1945 Jepang menyerah kepada Sekutu. Tentara dan Angkatan Laut Jepang masih berkuasa di Indonesia karena Jepang telah berjanji akan mengembalikan kekuasaan di Indonesia ke tangan Sekutu. Sutan Sjahrir, Wikana, Darwis, dan Chaerul Saleh mendengar kabar ini melalui radio BBC. Setelah mendengar desas-desus Jepang bakal bertekuk lutut, golongan muda mendesak golongan tua untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Namun golongan tua tidak ingin terburu-buru. Mereka tidak menginginkan terjadinya pertumpahan darah pada saat proklamasi. Konsultasi pun dilakukan dalam bentuk rapat PPKI. Golongan muda tidak menyetujui rapat itu, mengingat PPKI adalah sebuah badan yang dibentuk oleh Jepang. Mereka menginginkan kemerdekaan atas usaha bangsa kita sendiri, bukan pemberian Jepang.

Soekarno dan Hatta mendatangi penguasa militer Jepang (Gunsei) untuk memperoleh konfirmasi di kantornya di Koningsplein (Medan Merdeka). Tapi kantor tersebut kosong.

Soekarno dan Hatta bersama Soebardjo kemudian ke kantor Bukanfu, Laksamana Muda Maeda, di Jalan Medan Merdeka Utara (Rumah Maeda di Jl Imam Bonjol 1). Maeda menyambut kedatangan mereka dengan ucapan selamat atas keberhasilan mereka di Dalat. Sambil menjawab ia belum menerima konfirmasi serta masih menunggu instruksi dari Tokyo. Sepulang dari Maeda, Soekarno dan Hatta segera mempersiapkan pertemuan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada pukul 10 pagi 16 Agustus keesokan harinya di kantor Jalan Pejambon No 2 guna membicarakan segala sesuatu yang berhubungan dengan persiapan Proklamasi Kemerdekaan.

Sehari kemudian, gejolak tekanan yang menghendaki pengambilalihan kekuasaan oleh Indonesia makin memuncak dilancarkan para pemuda dari beberapa golongan. Rapat PPKI pada 16 Agustus pukul 10 pagi tidak dilaksanakan karena Soekarno dan Hatta tidak muncul. Peserta rapat tidak tahu telah terjadi peristiwa Rengasdengklok.


Peristiwa Rengas Dengklok

Para pemuda pejuang, termasuk Chaerul Saleh, Sukarni, dan Wikana --yang konon kabarnya terbakar gelora heroismenya setelah berdiskusi dengan Ibrahim gelar Datuk Tan Malaka --yang tergabung dalam gerakan bawah tanah kehilangan kesabaran, dan pada dini hari tanggal 16 Agustus 1945. Bersama Shodanco Singgih, salah seorang anggota PETA, dan pemuda lain, mereka membawa Soekarno (bersama Fatmawati dan Guntur yang baru berusia 9 bulan) dan Hatta, ke Rengasdengklok, yang kemudian terkenal sebagai peristiwa Rengasdengklok. Tujuannya adalah agar Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta tidak terpengaruh oleh Jepang. Di sini, mereka kembali meyakinkan Soekarno bahwa Jepang telah menyerah dan para pejuang telah siap untuk melawan Jepang, apa pun risikonya. Di Jakarta, golongan muda, Wikana, dan golongan tua, yaitu Mr. Ahmad Soebardjo melakukan perundingan. Mr. Ahmad Soebardjo menyetujui untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia di Jakarta. maka diutuslah Yusuf Kunto untuk mengantar Ahmad Soebardjo ke Rengasdengklok. Mereka menjemput Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta kembali ke Jakarta. Mr. Ahmad Soebardjo berhasil meyakinkan para pemuda untuk tidak terburu - buru memproklamasikan kemerdekaan. Setelah tiba di Jakarta, mereka pulang kerumah masing-masing. Mengingat bahwa hotel Des Indes (sekarang kompleks pertokoan di Harmoni) tidak dapat digunakan untuk pertemuan setelah pukul 10 malam, maka tawaran Laksamana Muda Maeda untuk menggunakan rumahnya (sekarang gedung museum perumusan teks proklamasi) sebagai tempat rapat PPKI diterima oleh para tokoh Indonesia.


Pertemuan Soekarno/Hatta dengan Jenderal Mayor Nishimura dan Laksamana Muda Maeda

Malam harinya, Soekarno dan Hatta kembali ke Jakarta. Mayor Jenderal Moichiro Yamamoto, Kepala Staf Tentara ke XVI (Angkatan Darat) yang menjadi Kepala pemerintahan militer Jepang (Gunseikan) di Hindia Belanda tidak mau menerima Sukarno-Hatta yang diantar oleh Maeda Tadashi dan memerintahkan agar Mayor Jenderal Otoshi Nishimura, Kepala Departemen Urusan Umum pemerintahan militer Jepang, untuk menerima kedatangan rombongan tersebut. Nishimura mengemukakan bahwa sejak siang hari tanggal 16 Agustus 1945 telah diterima perintah dari Tokio bahwa Jepang harus menjaga status quo, tidak dapat memberi ijin untuk mempersiapkan proklamasi Kemerdekaan Indonesia sebagaimana telah dijanjikan oleh Marsekal Terauchi di Dalat, Vietnam. Soekarno dan Hatta menyesali keputusan itu dan menyindir Nishimura apakah itu sikap seorang perwira yang bersemangat Bushido, ingkar janji agar dikasihani oleh Sekutu. Akhirnya Sukarno-Hatta meminta agar Nishimura jangan menghalangi kerja PPKI, mungkin dengan cara pura-pura tidak tau. Melihat perdebatan yang panas itu Maeda dengan diam-diam meninggalkan ruangan karena diperingatkan oleh Nishimura agar Maeda mematuhi perintah Tokio dan dia mengetahui sebagai perwira penghubung Angkatan Laut (Kaigun) di daerah Angkatan Darat (Rikugun) dia tidak punya wewenang memutuskan.

Setelah dari rumah Nishimura, Sukarno-Hatta menuju rumah Laksamana Maeda (kini Jalan Imam Bonjol No.1) diiringi oleh Myoshi guna melakukan rapat untuk menyiapkan teks Proklamasi. Setelah menyapa Sukarno-Hatta yang ditinggalkan berdebat dengan Nishimura, Maeda mengundurkan diri menuju kamar tidurnya. Penyusunan teks Proklamasi dilakukan oleh Soekarno, M. Hatta, Achmad Soebardjo dan disaksikan oleh Soekarni, B.M. Diah, Sudiro (Mbah) dan Sayuti Melik. Myoshi yang setengah mabuk duduk di kursi belakang mendengarkan penyusunan teks tersebut tetapi kemudian ada kalimat dari Shigetada Nishijima seolah-olah dia ikut mencampuri penyusunan teks proklamasi dan menyarankan agar pemindahan kekuasaan itu hanya berarti kekuasaan administratif. Tentang hal ini Bung Karno menegaskan bahwa pemindahan kekuasaan itu berarti "transfer of power". Bung Hatta, Subardjo, B.M Diah, Sukarni, Sudiro dan Sajuti Malik tidak ada yang membenarkan klaim Nishijima tetapi di beberapa kalangan klaim Nishijima masih didengungkan.

Setelah konsep selesai disepakati, Sajuti menyalin dan mengetik naskah tersebut menggunakan mesin ketik yang diambil dari kantor perwakilan AL Jerman, milik Mayor (Laut) Dr. Hermann Kandeler. Pada awalnya pembacaan proklamasi akan dilakukan di Lapangan Ikada, namun berhubung alasan keamanan dipindahkan ke kediaman Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur 56 (sekarang Jl. Proklamasi no. 1)


Detik-detik Pembacaan Naskah Proklamasi

Perundingan antara golongan muda dan golongan tua dalam penyusunan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia berlangsung pukul 02.00 - 04.00 dini hari. Teks proklamasi ditulis di ruang makan di laksamana Tadashi Maeda jln Imam Bonjol No 1. Para penyusun teks proklamasi itu adalah Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, dan Mr. Ahmad Soebarjo. Konsep teks proklamasi ditulis oleh Ir. Soekarno sendiri. Di ruang depan, hadir B.M Diah Sayuti Melik, Sukarni dan Soediro. Sukarni mengusulkan agar yang menandatangani teks proklamasi itu adalah Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta atas nama bangsa Indonesia. Teks Proklamasi Indonesia itu diketik oleh Sayuti melik. Pagi harinya, 17 Agustus 1945, di kediaman Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur 56 telah hadir antara lain Soewirjo, Wilopo, Gafar Pringgodigdo, Tabrani dan Trimurti. Acara dimulai pada pukul 10:00 dengan pembacaan proklamasi oleh Soekarno dan disambung pidato singkat tanpa teks. Kemudian bendera Merah Putih, yang telah dijahit oleh bu Fatmawati, dikibarkan, disusul dengan sambutan oleh Soewirjo, wakil walikota Jakarta saat itu dan Moewardi, pimpinan Barisan Pelopor.

Pada awalnya Trimurti diminta untuk menaikkan bendera namun ia menolak dengan alasan pengerekan bendera sebaiknya dilakukan oleh seorang prajurit. Oleh sebab itu ditunjuklah Latief Hendraningrat, seorang prajurit PETA, dibantu oleh Soehoed untuk tugas tersebut. Seorang pemudi muncul dari belakang membawa nampan berisi bendera Merah Putih (Sang Saka Merah Putih), yang dijahit oleh Fatmawati beberapa hari sebelumnya. Setelah bendera berkibar, hadirin menyanyikan lagu Indonesia Raya. Sampai saat ini, bendera pusaka tersebut masih disimpan di Museum Tugu Monumen Nasional.

Setelah upacara selesai berlangsung, kurang lebih 100 orang anggota Barisan Pelopor yang dipimpin S.Brata datang terburu-buru karena mereka tidak mengetahui perubahan tempat mendadak dari Ikada ke Pegangsaan. Mereka menuntut Soekarno mengulang pembacaan Proklamasi, namun ditolak. Akhirnya Hatta memberikan amanat singkat kepada mereka.


Pada tanggal 18 Agustus 1945, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) mengambil keputusan, mengesahkan dan menetapkan Undang-Undang Dasar (UUD) sebagai dasar negara Republik Indonesia, yang selanjutnya dikenal sebagai UUD 45. Dengan demikian terbentuklah Pemerintahan Negara Kesatuan Indonesia yang berbentuk Republik (NKRI) dengan kedaulatan di tangan rakyat yang dilakukan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang akan dibentuk kemudian.

Setelah itu Soekarno dan M.Hatta terpilih atas usul dari Oto Iskandardinata dan persetujuan dari PPKI sebagai presiden dan wakil presiden Republik Indonesia yang pertama. Presiden dan wakil presiden akan dibantu oleh sebuah Komite Nasional.


Isi Teks Proklamasi


Isi teks proklamasi kemerdekaan yang singkat ini adalah:


Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.

Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan
dengan tjara seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.

Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05
Atas nama bangsa Indonesia.
Soekarno/Hatta


Di sini ditulis tahun 05 karena ini sesuai dengan tahun Jepang yang kala itu adalah tahun 2605.

Teks diatas merupakan hasil ketikan dari Sayuti Melik (atau Sajoeti Melik), salah seorang tokoh pemuda yang ikut andil dalam persiapan proklamasi.


Sumber : WIKIPEDIA


15 Agustus 2010

Sukes Bisnis Rendang dalam Kemasan Cantik

Berawal dari keinginan agar bisa lebih sering bersama keluarga, Reno Andam Suri memutuskan berhenti bekerja dari sebuah restoran di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Maklum, pekerjaannya yang berkaitan dengan iklan kreatif tak kenal waktu.

Siapa sangka, keputusannya menjadi ibu rumahtangga full time ternyata mengantarkannya menjadi pengusaha makanan yang sukses.

Lantaran banyak waktu luang di rumah, lulusan Desain Grafis, Universitas Trisakti, Jakarta, ini justru bisa merintis usaha Rendang Uni Farah di Tangerang.

Kini, saban bulan, Andam mengantongi penghasilan sekitar Rp 30 juta. Penghasilannya akan meningkat menjadi dua kali lipat saat lebaran dan musim haji.

Rendang bikinan Andam memang cukup istimewa. Perempuan berdarah Minang ini mempertahankan proses pengolahan rendang secara tradisional dengan memakai kayu bakar.

"Saya coba menghadirkan rasa yang mendekati aslinya, seperti yang dibuat di perkampungan di Sumatera Barat, sehingga rasa dan warna Rendang Uni Farah sangat khas," tutur Andam.

Andam pun mengemas rendang olahannya dengan cara istimewa. Ada dua pilihan kemasan, yakni toples kaca cantik dan kemasan plastik kedap udara.

Kemasan kedap udara membuat rendang bikinannya awet hingga sebulan di ruang terbuka. Bahkan, bila ditaruh di lemari pendingin, rendang ini bisa awet hingga enam bulan.

Padahal, rendang bikinan Andam bukanlah rendang runtiah (rendang kering). Rendang Uni Farah layaknya rendang basah, yang berupa potongan daging dengan berlumuran bumbu dan minyak khas.

Dengan teknik kemasan seperti itu, Rendang Uni Farah kerap dijadikan parsel, terutama yang berwadah toples cantik. Selain itu, rendang bikinan Andam ini kerap menjadi buah tangan. Tak hanya ke luar kota atau daerah, rendang buatannya sudah melanglang ke luar negeri. Biasanya, pembeli memakai rendang ini sebagai pengobat rindu orang Indonesia di luar negeri. "Menjadikan rendang sebagai sebuah bingkisan akan terasa lebih personal dan istimewa," imbuh Andam.

Pemasaran Rendang Uni Farah kini mencakup wilayah Jabodetabek. Ada juga pesanan dari Yogyakarta, Surabaya, dan Bandung. Andam mengaku juga kerap mendapat pesanan dari konsumen yang ingin membawa produknya ini ke luar negeri, seperti Singapura, China, Prancis, Amerika, dan Belanda.

Sejak dua tahun lalu, ibu dua anak ini juga melayani paket rendang sekali makan khusus haji. Kini, Andam memproduksi aneka varian rendang, yakni rendang daging, paru, dan udang. Ada pula rendang kentang untuk kaum vegetarian.

Yakin dengan keistimewaan produknya, perempuan berusia 38 tahun ini berani mematok harga di atas rata-rata. Satu kemasan rendang berbobot 500 gram, ia hargai Rp 85.000. Adapun satu kemasan parsel toples kaca ia jual Rp 225.000-Rp 275.000.

Berkat inovasi rendang kemasannya, perempuan kelahiran Jakarta ini berhasil menjadi salah satu pemenang Penghargaan Wanita dan Wirausaha Femina 2009.

Andam memperoleh ketrampilan memasak rendang secara turun-temurun. Maklum, keluarganya yang asli Sumatera Barat memang sangat menggemari masakan yang satu ini kendati sudah lama menetap di Jakarta.

Meski awalnya iseng, ternyata bingkisannya mendapat respon bagus. Banyak permintaan yang datang sehingga dia memutuskan berbisnis rendang sejak enam tahun silam. Ibu dua anak ini memakai racikan warisan sang ibu. Bahkan, ia mempertahankan penggunaan kayu bakar sebagai ciri khas rendang kampung.

Dari hasil tabungannya, Andam mengeluarkan modal Rp 5 juta untuk membeli peralatan dan bahan baku. Ia pun menamakan usahanya Rendang Uni Farah, yang diambil dari nama putri pertamanya.

Di saat awal, pembelinya sebatas teman dan kenalan yang menyebarkan informasi lewat mulut ke mulut. Kemasan yang digunakan pun masih berupa kotak plastik untuk kue.

Ternyata kabar kekhasan rasa rendang Uni Farah terus tersebar. Beberapa bulan berselang, bertepatan dengan Ramadhan, ada yang meminta dibuatkan rendang untuk kebutuhan parsel. Andam lalu berkreasi dengan mengemasnya dalam toples kaca supaya terlihat elegan.

Beruntung ia punya latar pendidikan bidang desain. Makanya, ia bisa mendesain sendiri kertas label dan merek pada toples, termasuk mempercantik toples dengan hiasan.

Lambat laun, permintaan yang datang tidak sebatas dari Jabodetabek. Setahun kemudian, ada pembeli yang minta dibuatkan rendang untuk dibawa ke luar negeri. "Tapi, kalau pakai kemasan plastik roti biasa, butuh banyak tempat," sebutnya.

Kebutuhan itu memicu Andam kembali berkreasi berdasarkan ide yang dia peroleh dari televisi. Dia membeli mesin vacuum dan mencoba menerapkannya untuk pengemasan rendang. Sekitar dua minggu dia melakukan ujicoba hingga akhirnya bisa mengemas rendang memakai mesin vacuum. "Karena harus didinginkan dulu, proses vacuum memakan waktu sampai dua hari," terangnya.

Ia bilang, untuk memasak rendang butuh waktu sekitar tujuh jam. Saat mengaduk, ia harus sabar dan perlahan supaya daging tidak banyak yang hancur. Sementara, proses pendinginan bisa sampai sehari penuh agar rasa meresap dan sekaligus meniriskan minyak.

Inovasinya tidak berhenti di sini. Sekitar dua tahun lalu, Andam menghadirkan varian baru kemasan parsel. Selain bentuk toples, dia mengemas rendang yang sudah di-vacuum dalam paperbag cantik.

Selain itu, mulai tahun lalu, Andam pun meluncurkan kemasan rendang sekali makan untuk para jemaah haji. Satu kemasan rendang berisi dua potong daging sehingga selesai makan kemasan bisa langsung dibuang.

Sebagai permulaan, Andam bakal memasok ke supermarket kelas menengah. Setelah pasar dan jaringan terbuka, target berikutnya meningkat ke swalayan kelas atas, seperti Sogo dan Food Hall.

Ia juga ingin mengikuti pameran produk halal dan berpameran hingga ke mancanegara. Namun, saat ini Andam sangat selektif menerima tawaran pameran. Dia mempertimbangkan calon pengunjung yang bakal hadir di pameran. "Apakah orang yang bakal datang bisa terima produk saya," imbuhnya.

Maklum, Andam pernah punya pengalaman kurang enak saat berpameran di Festival Kemang. Karena pengunjungnya sebagian besar anak muda dan sangat segmented, maka produknya kurang dilirik.

Andam juga giat mengumpulkan modal untuk membuka outlet dalam waktu dekat. Selain itu, ia menyimpan impian suatu saat bisa mendirikan Rumah Rendang. Nantinya, di Rumah Rendang bakal menjual beragam varian rendang, mulai rendang daging, vegetarian, ikan, hingga rendang daun kayu yang biasa dibuat masyarakat di pegunungan.

"Ini bisa menggairahkan masyarakat untuk cinta makanan Indonesia," tutur perempuan yang dulu bercita-cita menjadi dokter kandungan ini.

Namun, perjalanan Andam tidak selalu mulus. Anak bungsu dari tiga bersaudara ini pernah dikeluhkan oleh konsumen. Ceritanya, si pembeli ingin mengirimkan sendiri parsel rendang kepada penerima, walaupun Andam juga menyediakan layanan pengiriman. Ternyata pembeli tadi telat mengirimkannya, sehingga saat parsel sampai ditangan penerima, rendang sudah berjamur.

"Saya jelaskan kelalaian ada pada siapa. Dan, sejak itu demi mengantisipasi kejadian serupa, saya selalu memberi masukan cara memperlakukan parsel jika mereka mau mengirimkan sendiri," tutur Andam.

Tak hanya itu, setahun lalu dia hampir merugi karena pembatalan pesanan. Padahal kala itu dia sudah terlanjur membeli 40 kg daging. Tapi, karena tidak ada ikatan tanda jadi, Andam tidak bisa minta ganti rugi. Akhirnya, bahan baku yang terlanjur dibeli dia olah sebagai stok. Kejadian itu memberi pelajaran berharga baginya agar selalu menerapkan uang muka sebagai tanda jadi.

Karena sangat menyenangi bisnis kulinernya ini, perempuan kelahiran Jakarta ini menikmati setiap perjalanan usahanya. Dia bilang kepuasan tidak selalu berarti banyaknya pesanan atau materi yang didapat, tapi juga dari tanggapan pelanggan yang senang dan puas dengan produknya.

Di luar kesibukan mengembangkan Rendang Uni Farah, Andam masih sempat menyalurkan hobi menulisnya. Bahkan, dia sedang menulis novel trilogi tentang kehidupan religi berbalut roman.

Andam memperoleh ketrampilan memasak rendang secara turun-temurun. Maklum, keluarganya yang asli Sumatera Barat memang sangat menggemari masakan yang satu ini kendati sudah lama menetap di Jakarta.

Meski awalnya iseng, ternyata bingkisannya mendapat respon bagus. Banyak permintaan yang datang sehingga dia memutuskan berbisnis rendang sejak enam tahun silam. Ibu dua anak ini memakai racikan warisan sang ibu. Bahkan, ia mempertahankan penggunaan kayu bakar sebagai ciri khas rendang kampung.

Dari hasil tabungannya, Andam mengeluarkan modal Rp 5 juta untuk membeli peralatan dan bahan baku. Ia pun menamakan usahanya Rendang Uni Farah, yang diambil dari nama putri pertamanya.

Di saat awal, pembelinya sebatas teman dan kenalan yang menyebarkan informasi lewat mulut ke mulut. Kemasan yang digunakan pun masih berupa kotak plastik untuk kue.

Ternyata kabar kekhasan rasa rendang Uni Farah terus tersebar. Beberapa bulan berselang, bertepatan dengan Ramadhan, ada yang meminta dibuatkan rendang untuk kebutuhan parsel. Andam lalu berkreasi dengan mengemasnya dalam toples kaca supaya terlihat elegan.

Beruntung ia punya latar pendidikan bidang desain. Makanya, ia bisa mendesain sendiri kertas label dan merek pada toples, termasuk mempercantik toples dengan hiasan.

Lambat laun, permintaan yang datang tidak sebatas dari Jabodetabek. Setahun kemudian, ada pembeli yang minta dibuatkan rendang untuk dibawa ke luar negeri. "Tapi, kalau pakai kemasan plastik roti biasa, butuh banyak tempat," sebutnya.

Kebutuhan itu memicu Andam kembali berkreasi berdasarkan ide yang dia peroleh dari televisi. Dia membeli mesin vacuum dan mencoba menerapkannya untuk pengemasan rendang. Sekitar dua minggu dia melakukan ujicoba hingga akhirnya bisa mengemas rendang memakai mesin vacuum. "Karena harus didinginkan dulu, proses vacuum memakan waktu sampai dua hari," terangnya.

Ia bilang, untuk memasak rendang butuh waktu sekitar tujuh jam. Saat mengaduk, ia harus sabar dan perlahan supaya daging tidak banyak yang hancur. Sementara, proses pendinginan bisa sampai sehari penuh agar rasa meresap dan sekaligus meniriskan minyak.

Inovasinya tidak berhenti di sini. Sekitar dua tahun lalu, Andam menghadirkan varian baru kemasan parsel. Selain bentuk toples, dia mengemas rendang yang sudah di-vacuum dalam paperbag cantik.

Selain itu, mulai tahun lalu, Andam pun meluncurkan kemasan rendang sekali makan untuk para jemaah haji. Satu kemasan rendang berisi dua potong daging sehingga selesai makan kemasan bisa langsung dibuang.

Sebagai permulaan, Andam bakal memasok ke supermarket kelas menengah. Setelah pasar dan jaringan terbuka, target berikutnya meningkat ke swalayan kelas atas, seperti Sogo dan Food Hall.

Ia juga ingin mengikuti pameran produk halal dan berpameran hingga ke mancanegara. Namun, saat ini Andam sangat selektif menerima tawaran pameran. Dia mempertimbangkan calon pengunjung yang bakal hadir di pameran. "Apakah orang yang bakal datang bisa terima produk saya," imbuhnya.

Maklum, Andam pernah punya pengalaman kurang enak saat berpameran di Festival Kemang. Karena pengunjungnya sebagian besar anak muda dan sangat segmented, maka produknya kurang dilirik.

Andam juga giat mengumpulkan modal untuk membuka outlet dalam waktu dekat. Selain itu, ia menyimpan impian suatu saat bisa mendirikan Rumah Rendang. Nantinya, di Rumah Rendang bakal menjual beragam varian rendang, mulai rendang daging, vegetarian, ikan, hingga rendang daun kayu yang biasa dibuat masyarakat di pegunungan.

"Ini bisa menggairahkan masyarakat untuk cinta makanan Indonesia," tutur perempuan yang dulu bercita-cita menjadi dokter kandungan ini.

Namun, perjalanan Andam tidak selalu mulus. Anak bungsu dari tiga bersaudara ini pernah dikeluhkan oleh konsumen. Ceritanya, si pembeli ingin mengirimkan sendiri parsel rendang kepada penerima, walaupun Andam juga menyediakan layanan pengiriman. Ternyata pembeli tadi telat mengirimkannya, sehingga saat parsel sampai ditangan penerima, rendang sudah berjamur.

"Saya jelaskan kelalaian ada pada siapa. Dan, sejak itu demi mengantisipasi kejadian serupa, saya selalu memberi masukan cara memperlakukan parsel jika mereka mau mengirimkan sendiri," tutur Andam.

Tak hanya itu, setahun lalu dia hampir merugi karena pembatalan pesanan. Padahal kala itu dia sudah terlanjur membeli 40 kg daging. Tapi, karena tidak ada ikatan tanda jadi, Andam tidak bisa minta ganti rugi. Akhirnya, bahan baku yang terlanjur dibeli dia olah sebagai stok. Kejadian itu memberi pelajaran berharga baginya agar selalu menerapkan uang muka sebagai tanda jadi.

Karena sangat menyenangi bisnis kulinernya ini, perempuan kelahiran Jakarta ini menikmati setiap perjalanan usahanya. Dia bilang kepuasan tidak selalu berarti banyaknya pesanan atau materi yang didapat, tapi juga dari tanggapan pelanggan yang senang dan puas dengan produknya.

Di luar kesibukan mengembangkan Rendang Uni Farah, Andam masih sempat menyalurkan hobi menulisnya. Bahkan, dia sedang menulis novel trilogi tentang kehidupan religi berbalut roman. (Dupla Kartini/Kontan)


Sumber : Kompas.com

Bagaimana Cara Meningkatkan Pendapatan?



Banyak orang yang mengalami kesulitan mengatur pendapatan untuk menutupi atau membayar seluruh biaya hidup yang makin kompleks dan tinggi. Freddy Pieloor dari CFP menganjurkan beberapa hal di bawah ini:

Ada dua cara umum dalam mengelola keuangan pribadi dan keluarga, yaitu:
a. Mencukupkan pendapatan (gaji) yang diterima, dalam arti pengeluaran harus lebih kecil daripada pendapatan, dengan menekan atau menurunkan biaya hidup.
b. Memperbesar pendapatan (gaji) yang diterima, bila pengeluaran tidak bisa diturunkan atau ditekan.

Sebenarnya menurunkan pengeluaran biaya hidup jauh lebih mudah daripada memperbesar pendapatan karena pengeluaran biaya hidup berada dalam kendali diri, sedangkan memperbesar pendapatan akan melibatkan pihak ke-3.

Memperbesar atau meningkatkan pendapatan (gaji) dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain:
1. Menambah jam kerja atau lembur, baik pada hari kerja maupun hari Sabtu. Tentunya Anda harus berkoordinasi dengan pimpinan perusahaan tempat Anda bekerja, dengan memerhatikan beban pekerjaan yang ada.
2. Mencari pekerjaan tambahan yang dapat Anda lakukan pada hari kerja (Senin-Jumat), dan atau pada hari Sabtu dan Minggu.
3. Memanfaatkan hobi atau kesenangan Anda di hari-hari yang Anda lalui, seperti menjahit, menyulam, merangkai bunga, dan menulis buku.
4. Membuka usaha sambilan dari rumah yang dapat Anda kerjakan pada hari Sabtu dan Minggu, seperti membuka usaha warung makan atau catering, memberi pelajaran atau pelatihan tambahan bagi anak-anak sekolah, seperti musik, matematika, bahasa Inggris, dan komputer.

Saat ini sudah cukup banyak buku yang membahas dan menjelaskan berbagai bisnis rumahan yang dapat dimulai dan dilakukan dengan modal yang relatif kecil serta dapat membantu dan memberikan Anda sebuah ide. Namun, usaha tersebut sebaiknya dilakukan tanpa Anda harus meninggalkan pekerjaan saat ini.

Galilah potensi dan kemampuan yang Anda miliki dan dibutuhkan oleh orang sekitar Anda, lalu mulailah membuat sebuah analisis dan rencana tentang pekerjaan atau usaha sambilan yang Anda sukai dan kuasai untuk menambah pendapatan Anda.

Selamat menata dan memperoleh pendapatan tambahan. Sebelum dan sambil merencanakan memperoleh pendapatan tambahan, sebaiknya Anda menata ulang semua pengeluaran Anda. Dengan demikian, Anda akan memperoleh dua manfaat terbaik bagi pengelolaan keuangan Anda.


Sumber : Kompas.com

Raup Ratusan Juta Dari Bawang Goreng


Kalau saja Winiar Ratana Kamdanu (35) tak mendengar petuah teman-teman dan kerabatnya waktu itu, tentu saat ini dia bukanlah pengusaha bawang goreng yang cukup sukses. Hidup dalam lingkungan dan keluarga besar yang umumnya birokrat sempat membuat ibu tiga anak ini berminat juga menjadi pegawai negeri sipil.

Namun, keinginan memiliki usaha sendiri membuatnya urung meneruskan minatnya itu. Terlebih keluarga dan kerabat juga mendukung agar dia tidak jadi PNS seperti profesi yang dipilih sebagian besar keluarganya.

"Akhirnya saya diskusi dengan suami untuk mencari tahu usaha apa yang bisa dilakukan, yang modalnya tidak besar dan bisa melibatkan orang lain sebagai pekerja. Pilihan akhirnya jatuh pada usaha bawang goreng. Pilihan ini diambil karena di samping Palu memang sudah terkenal dengan oleh-oleh khas bawang goreng, juga modalnya tidak terlalu besar dan lebih mudah kerjanya," kata Winiar.

Sadar tidak punya pengalaman menekuni usaha sendiri, Winiar mendaftar ke Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Perindagkop) Kota Palu untuk diikutkan dalam program binaan bersama orang-orang lain yang juga berminat membuka usaha.

Dari beberapa kelompok dan orang yang menjadi binaan Dinas Perindagkop Kota Palu, usaha Winiar tetap eksis. Bahkan, melihat kesuksesan usahanya, dia diminta membina kelompok usaha lain dan berhimpun dalam sebuah koperasi yang didirikan bersama.

Koperasi yang beranggotakan ibu-ibu rumah tangga ini memiliki berbagai usaha, di antaranya makanan dan camilan kemasan khas Palu.

Berbekal pendidikan dan latihan dari Dinas Perindagkop, Winiar memberanikan diri menjalankan usahanya. Awalnya, dia mencoba-coba dengan membeli 100 kg bawang mentah yang saat itu harganya Rp 7.000- Rp 9.000 per kg. Dibantu lima kerabat dan tetangga, Winiar mengolah bawang ini menjadi bawang goreng renyah dalam kemasan dan siap jual.

"Saat mau dipasarkan, saya bingung mencari nama. Pikiran saya saat itu bagaimana menggunakan nama yang mudah diingat, masih berbahasa Kaili (bahasa daerah etnis Kaili di Sulteng), sekaligus punya nilai jual. Akhirnya saya memilih madika. Enak didengar, mudah diingat, dan ini bahasa Kaili. Maka, saya cetak di kertas sederhana dan ditempelkan dalam kemasan bawang," katanya sembari menjelaskan Madika berarti ningrat, bangsawan, atau sebutan untuk raja dan bangsawan.

Tidak berkecil hati

Bersaing dengan usaha sejenis yang sudah lebih dulu ada tak membuat Winiar kecil hati. Berbekal relasi, dia melakukan promosi dari mulut ke mulut. Tidak sedikit pameran yang dia ikuti ke sejumlah kota hanya untuk mempromosikan bawang gorengnya dan memperluas jaringan serta pembeli.

Usahanya tak sia-sia. Sejak memulai tahun 2004, hingga kini usahanya tetap jalan. Kalau pada awalnya dia hanya mempekerjakan lima orang, saat ini sudah ada 20 orang yang bekerja secara tetap, tidak termasuk puluhan pekerja lain yang dipanggil bila pesanan banyak.

Pekerja ini, baik yang tetap maupun yang tidak tetap, umumnya adalah ibu rumah tangga yang awalnya tidak punya penghasilan. Kalau awalnya bawang goreng hanya diolah di sebuah dapur kecil di belakang rumah, saat ini Winiar sudah punya dapur besar.

Sebuah ruko dua lantai juga dibeli untuk jadi ruang pajang dan tempat menjual produknya. Bawang goreng yang diolah juga besar jumlahnya. Kalau awalnya hanya 100 kg per bulan, saat ini sudah 2 ton per bulan.

Omzetnya saat ini berkisar Rp 100 juta per bulan. Ini dengan hitung-hitungan 1 ton bawang mentah menghasilkan 350 kg bawang goreng. Dengan harga bawang goreng Rp 150.000 per kg, berarti dari 2 ton hasilnya Rp 105 juta.

Adapun pembelinya yang sebelumnya hanya orang dekat, keluarga, atau yang kebetulan berkunjung ke Palu saat ini sudah banyak pelanggan tetap yang bermukim di kota lain.

Tidak sedikit pelanggan lamanya yang ikut menjual produk Winiar. Bahkan, pelanggannya yang bermukim di luar negeri pun tetap memesan dalam jumlah banyak setiap kali pulang ke Tanah Air.

"Setiap kali pulang ke Indonesia, mereka menelepon minta dikirimkan dalam jumlah banyak. Yang saya tahu ada yang dibawa ke Kanada, Korea, dan beberapa negara lain," katanya.

Menjalani usaha bawang goreng bukan berarti Winiar tak mengalami jatuh bangun. Serangan hama bawang yang parah tahun 2007, yang membuat panen bawang gagal dan menyebabkan banyak pengusaha bawang beralih ke usaha lain atau gulung tikar, tak membuat Winiar kehilangan semangat.

Bahkan, Winiar juga tak patah arang dengan pengalaman beberapa kali mengalami kerugian karena ditipu. "Beberapa kali saya dibawakan bawang yang bercampur. Kami sudah kerjakan sehari semalam, kupas, goreng, pas pagi hari mau dikemas bawangnya sudah lembek dan berminyak. Terpaksa tak jadi dijual dan rugi," ujar Winiar.

Tak jarang pemasok bawang membawa bawang yang jumlahnya tidak sesuai dengan yang dibayar. Pengalaman lain adalah tatkala permintaan besar dan bahan baku kurang yang akhirnya membuat harga jual bawang tinggi.

Namun, pengalaman demi pengalaman ini tidak membuatnya patah semangat. Hal itu justru membuat Winiar kian ingin mengetahui lebih jauh seluk-beluk bawang. Dia pun terjun langsung ke petani bawang yang tersebar di beberapa desa di Kabupaten Sigi.

Menghidupkan koperasi

Bertemu langsung petani dan mengetahui sedikit demi sedikit soal bawang membuat Winiar melakukan pendekatan dan pembinaan pada kelompok-kelompok tani. Dia juga melakukan pendekatan dan membangun hubungan dengan petugas penyuluh lapangan.

Dalam hal pembelian, terutama pada masa-masa permintaan kurang, Winiar juga mengatur jadwal bergilir di setiap kelompok tani agar ada pemerataan. Panen bawang setiap dua bulan memungkinkan Winiar melakukan ini dan tidak membuat petani menunggu lama.

Saat ini, dengan apa yang sudah diraihnya, Winiar tidak lagi terlalu berkeinginan muluk untuk lebih memperbesar usahanya. Sebaliknya, bersama ibu- ibu lainnya, Winiar membantu menghidupkan koperasi Beringin Jaya yang dibentuk atas saran Dinas Perindagkop Kota Palu.

Produksi ibu-ibu rumah tangga, seperti abon ikan, daging, berbagai camilan, dan oleh-oleh khas Palu lainnya, ikut dipasarkan bersama bawang goreng Madika di ruko milik Winiar.

"Tidak ada masalah dengan itu. Toh, pada awalnya membangun usaha, salah satu tujuannya juga memberdayakan orang lain. Kalau di usaha bawang sudah cukup menampung pekerja, apa salahnya ikut membantu mengembangkan usaha ibu-ibu lain. Kan, ini juga bagian dari pemberdayaan,” katanya.


Sumber : Kompas.com

Share

Grab This